Soal Papua, Zulkifli Hasan Ingatkan Pemerintah Hati-hati

PERISTIWA | 25 Agustus 2019 11:39 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Ketua MPR Zulkifli Hasan menyoroti insiden kerusuhan di Papua yang berawal dari aksi penghinaan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Jawa Timur. Dia pun meminta pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla fokus menuntaskan masalah tersebut.

"Pak Jokowi dan pemerintah kita semuanya, ini ada wake up call dari Papua hati-hati. Coba lihat video-video itu apa yang terjadi. Betul-betul fokus pemerintah seluruhnya ke Papua, inikan multi dimensi," kata Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (25/8).

Zulkifli mengatakan, masalah di Papua sudah menarik perhatian masyarakat dunia. Karena itu harus diselesaikan sesegera mungkin agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Mulai dari dunia internasional sampai PBB. Lihat kemarin kejadiannya kemarin begitu khawatir. Karena kalau ada apa-apa dengan Papua, hati-hati. Negara besar seperti Uni Soviet saja bisa retak, bisa pisah," ungkapnya.

Ketua Umum PAN ini pun menyarankan pemerintah untuk terus berusaha mengambil hati masyarakat Papua. Mengambil hati, lanjut Zulkifli tidak bisa dilakukan hanya dengan membangun infrastruktur.

"Hatinya direbut, nggak bisa bangun jalan saja, enggak bisa bangun airport saja. Tapi memang Papua perlu perlakuan khusus. Perlu kesetaraan, memang tidak mudah tentu," ucapnya.

Tambahnya, merebut hati masyarakat juga tidak bisa dilakukan oleh Jokowi sendiri. Tentu harus dibantu oleh aparat Kepolisian serta anggota pemerintahan yang lainnya.

"Tapi harus bersama-sama engga bisa dong presiden sendiri saja harus pemerintahnya, DPR-nya, TNI-nya," tandasnya.

Baca juga:
Ketua MPR: Tak Elok Kita Ribut Pindah Ibu Kota Sementara Papua Masih Bergejolak
VIDEO: Menteri Pertahanan Minta Pelaku Rasisme Untuk Diproses Hukum
Anggota Kompolnas Nilai UU Otsus Papua Belum Dijalankan dengan Baik
Kominfo Sebut Akses Internet di Papua Dibatasi Sampai Situasi Reda dan Hoaks Menurun
Menteri Pertahanan Minta Tindak Tegas Pelaku Rasisme
Yorrys Nilai Kasus Papua & Papua Barat Bisa Diatasi dengan Pendekatan Antropologi

(mdk/bal)