Soal Uji Klinis Vaksin Nusantara, Pimpinan DPR Minta Semua Pihak Lepas Ego Sektoral

Soal Uji Klinis Vaksin Nusantara, Pimpinan DPR Minta Semua Pihak Lepas Ego Sektoral
sufmi dasco disuntik vaksin nusantara. ©2021 Istimewa
NEWS | 17 Juni 2021 13:35 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta semua pihak yang berkaitan dengan pengembangan vaksin dapat melepaskan ego sektoral. Hal ini berkaitan dengan belum adanya restu BPOM atas uji klinis fase III vaksin nusantara.

"Mari kita lepas ego sektoral. Ini kita pikirkan demi keselamatan rakyat Indonesia. Oleh karena itu, saya pikir, sepanjang itu memang sudah bisa dilakukan, ya lakukan saja," kata Dasco, di Kompleks Parlemen, Kamis (17/6).

Dia menegaskan DPR tentu tidak mau disebut ikut-ikutan dalam pengembangan vaksin. Namun, ada kepentingan yang besar yang harus diutamakan, yakni keselamatan masyarakat.

"Dibilang kok DPR ikut-ikutan soal vaksin. Kan pernah begitu. Tetapi ini kan mengenai nasib masyarakat banyak. Karena itu, saya pikir dalam lonjakan Covid yang tinggi ini marilah kita sama-sama ikut berpartisipasi mengantisipasi (Covid-19)," ujar dia.

Secara pribadi, dia berpandangan yang menjadi persolan bukan soal jenis vaksin. Melainkan keamanannya untuk digunakan oleh masyarakat.

"Saya pikir tidak ada masalah mau vaksin apa, yang penting dia sudah bisa teruji, fase I, fase II, ya dilanjutkan saja," kata Ketua Harian Partai Gerindra ini.

"Saya juga dengar di beberapa negara lain juga sedang melakukan penelitian soal vaksin dengan teknologi yang sama dengan vaksin nusantara. Jangan sampai kita yang berinisiasi duluan tapi negara lain yang berhasil menerapkan setelahnya," tandas dia.

BPOM Tegaskan Tak Lagi Berwenang Soal Uji Klinis Vaksin Nusantara

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny Kusumastuti Lukito mengatakan lembaganya sudah tidak lagi memiliki kewenangan untuk menyetujui uji klinik lanjutan Vaksin Nusantara. Termasuk pemberian izin edar atau izin penggunaan vaksin yang disebut-sebut gagasan eks Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto.

"Sudah bukan melalui jalur BPOM," katanya kepada merdeka.com, Kamis (17/6).

Penny menjelaskan, pengembangan Vaksin Nusantara melalui sel dendritik sebetulnya berbasis pelayanan bukan uji klinik. Sebagaimana yang tertuang dalam nota kesepahaman antara TNI AD, BPOM dan Kemenkes pada April 2021.

"Itu pelayanan individual, berbasis pelayanan kesehatan," ujarnya.

Saat ini, kata Penny, pengawasan pengembangan sel dedintrik menjadi kewenangan Kementerian Kesehatan.

"Pengawasannya oleh Kemenkes," ucap dia.

Terawan Agus Putranto meminta dukungan Komisi VII DPR untuk uji klinik fase III Vaksin Nusantara. Permintaan dukungan itu disampaikannya dalam dalam RDP dengan Komisi VII, Rabu (16/6).

"Dukungan ini bisa terwujud dengan legalitas untuk uji klinis III. Karena rasanya uji klinis kok dilarang. Itu baru terjadi di Indonesia. Mudah-mudahan rasa gamang saya bisa hilang karena teman-teman Komisi VII ini bisa support," kata pria yang kerap disapa Terawan itu.

Dia menjelaskan, Vaksin nusantara sudah menjalani uji klinis fase I oleh tim peneliti Universitas Diponegoro dan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Kariadi Semarang. Sedangkan uji klinis fase II dilakukan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto.

"Uji klinis dua itu nilainya mahal sekali. Kalau sudah selesai. Nilai mahal itu bukan dalam berarti uangnya. Tapi nilai ilmiahnya luar biasa. Yang orang lain tinggal mengadopsi saja langsung loncat ke Uji klinis III. Negara mana pun bisa. Tinggal minta lisensi dari kita," ujarnya.

Dasco Disuntik Vaksin Nusantara

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad disuntikan Vaksin Nusantara. Dasco disuntikkan langsung oleh Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Dalam sebuah video, Dasco tampak tidur di kursi pasien. Sebelum disuntik, dia memberikan pernyataan soal proses dan metode sebelum vaksin Nusantara.

"Hari ini saya akan disuntik dendritik imunologi Nusantara. Saat ini sedang pencocokkan pada saat saya di ambil darah setelah itu kita diberikan barcode untuk kemudian ketika disuntikkan barcode itu dicocokkan dengan darah kita yang telah di proses denditrik," kata Dasco, Kamis (22/4).

"Dan saat ini tim sedang mencocokkan antara barcode dengan darah yang sudah menjadi cairan untuk disuntikkan kepada tubuh saya," ucapnya.

Dasco mengatakan, sebelum disuntik ia menjalani proses pemeriksaan tekanan darah dan suhu darah saturasi. Darahnya pun diambil untuk pengecekan ulang sebelum disuntik.

"Saat saat yang dinantikan oleh saya sendiri terutama akan disuntik dendritik imunologi nusantara," kata politisi Gerindra itu.

"Pencocokkan antara barcode yang di ambil pada saat pengembalian darah untuk dijadikan cairan vaksin lalu kemudian ini sekarang sedang di cocokkan," sambungnya.

Kemudian, saat hendak disuntik Dasco ditunjukkan sebuah nomor oleh Terawan. Ia pun dan sempat memegang sebuah suntikan.

"Nomor 104. Cocok. Inilah saat yang ditunggu tunggu untuk memasukkan vaksin atau terapi dendritik imunologi nusantara," katanya.

Tak lama, Terawan langsung menyuntikkan vaksin Nusantara melalui lengan kanan Dasco. "Dengan mengucapkan bismillahiromanirohim. Agak tegang maklum," katanya.

"Rasa sedikit seperti digigit semut. Dan sudah selesai alhamdulillah. Sakit gak ketua?," tanya pengambil video. "Tidak sakit," ungkap Dasco. (mdk/gil)

Baca juga:
BPOM Tegaskan Tak Lagi Berwenang Soal Uji Klinis Vaksin Nusantara
VIDEO: Ikhtiar Mantan Menkes Terawan Wujudkan Vaksin Nusantara di Indonesia
Terawan: 90 Persen Bahan Vaksin Nusantara Tersedia di Dalam Negeri
Terawan Klaim Vaksin Nusantara Dapat Dipakai untuk Hadapi Mutasi Covid-19
Terawan Minta Dukungan DPR Untuk Uji Klinis Fase III Vaksin Nusantara

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami