Solidaritas Tetangga Bantu Beri Makan Keluarga yang Harus Diisolasi di Cimahi

Solidaritas Tetangga Bantu Beri Makan Keluarga yang Harus Diisolasi di Cimahi
PERISTIWA | 9 April 2020 11:18 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Satu keluarga di Kompleks Cipageran Asri, Kota Cimahi harus menjalani isolasi mandiri setelah salah satu penghuninya terindikasi positif virus corona atau Covid-19. Solidaritas terlihat saat para tetangga mendukung dan membantu segala kebutuhan pangan untuk keluarga ini.

Satu keluarga tersebut yakni sepasang suami istri dan dua orang anak. Mereka harus melakukan isolasi mandiri karena kepala keluarga berinisial M lebih dahulu dinyatakan positif setelah menjalani tes dari pemerintah. Sejauh ini, dua anak dan sang istri berstatus orang dalam pemantauan (ODP) meski dinyatakan negatif terpapar virus.

Sudah sembilan hari mereka menjalani isolasi mandiri. Hubungan sosial mereka tidak hilang. Mereka masih bisa bertegur sapa dengan para tetangga meski harus dibatasi pagar rumah.

Tak jarang, para tetangga mengirimkan makanan atau membantu mereka memenuhi keperluan selama masa karantina. Perlakuan baik dan dukungan tetangganya itu membuat keluarga ini termotivasi untuk segera terbebas dari virus.

"Saya sangat terharu dengan perlakuan mereka untuk keluarga saya. Warga sekitar sangat baik dan tidak mengucilkan kami," kata pria berinisial M kepada wartawan, Rabu (9/4).

M mengaku selalu menyempatkan diri berolahraga ringan di dalam rumah bersama anak-anaknya. Sang istri kerap memasak masakan sehat, seperti sayuran.

Sementara itu, Ketua Forum Cipageran Asri, Yuli Setio Indartono mengungkapkan bahwa warga semula panik begitu mendapat informasi ada yang positif. Hal ini pun tidak terlepas dari simpang siurnya informasi yang beredar.

Namun, kepanikan itu bisa disikapi dengan tenang hingga akhirnya warga sekitar paham dan mengerti bahwa orang yang diduga positif harus mendapat dukungan moril agar proses penyembuhannya bisa cepat.

"Orang (terindikasi positif corona) bukanlah untuk ditakuti dan dikucilkan. Baru setelah itu, sedikit demi sedikit warga sukarela membantu, dari mulai penyemprotan disinfektan hingga menyediakan kebutuhan pokok," kata dia.

Hal ini tentu merupakan kabar baik dan menjadi indikator bahwa social distancing bukan berarti menanggalkan empati dalam kehidupan sosial. (mdk/noe)

Baca juga:
Dikabarkan Bakal Tutup 3 Hari, Pasar Remu Sorong Papua Barat Diserbu Warga
Kemendagri Instruksikan Perekaman e-KTP Ditunda Selama Pandemi Virus Corona
134 TKI dari Malaysia Mendarat di Bandara Internasional Kualanamu
Selama WFH, Sampah di Jakarta Berkurang 620 Ton Perhari
Tegakkan Jaga Jarak, Satpol PP Angkut Kursi Sejumlah Warung di Solo
Presiden PKS Khawatir 'Perppu Corona' Picu Skandal BLBI Jilid 2

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami