Solo KLB Pandemi Covid-19, Puluhan Mahasiswa Asing UNS Tak Bisa Pulang

Solo KLB Pandemi Covid-19, Puluhan Mahasiswa Asing UNS Tak Bisa Pulang
PERISTIWA | 27 Mei 2020 10:00 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Sejak Kota Solo berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19 13 Maret lalu, banyak aktivitas masyarakat yang dibatasi. Termasuk aktivitas dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah maupun perguruan tinggi juga diubah menjadi sistem jarak jauh atau daring.

Tak sedikit mahasiswa luar kota atau luar negeri yang memilih pulang untuk berkumpul dengan keluarga. Hal tersebut juga terjadi di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Namun berbeda dengan mahasiswa asing yang tidak mudah kembali ke negaranya, karena beberapa faktor.

Di UNS dari sekitar 100 mahasiswa asing dari 24 negara, 70 mahasiswa di antaranya memilih untuk tetap tinggal di Kota Solo. Setiap hari, mahasiswa asing UNS melakukan kuliah daring di kos atau asrama.

"Peralihan dari sistem tatap muka menjadi daring bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan kampus. Selain kuliah dengan metode daring, berbagai kegiatan lain yang menimbulkan kerumunan terpaksa harus ditunda," ujar Rektor UNS, Prof Jamal Wiwoho, Rabu (27/5).

Salah satu mahasiswa asing yang tetap bertahan di Indonesia adalah Nguyen Thanh Dat. Selain kuliah daring, mahasiswa Program Darmasiswa RI asal Vietnam itu juga melakukan kegiatan lain untuk mengisi waktu luang. Ia memanfaatkan waktunya dengan membaca buku dan jalan-jalan di sekitar asrama untuk mengusir kepenatan.

"Saya sesekali ia juga berkomunikasi dengan keluarganya di Vietnam," katanya.

Prof Jamal menyampaikan, dalam rangka memberikan dukungan kepada mahasiswa internasional di tengah pandemi, UNS melalui UPT Layanan Internasional (International Office/IO), memberikan bantuan sejumlah 70 paket bahan makanan dan kesehatan untuk mereka. Paket bantuan tersebut berupa bahan logistik untuk kebutuhan sehari-hari seperti, roti, susu, dan mi instan, serta kebutuhan lain yang berguna untuk melindungi dari penyebaran Covid-19 seperti masker dan sabun.

"Ini bentuk perhatian UNS, khususnya IO terhadap mahasiswa internasional," katanya.

Melalui paket bantuan ini, lanjut dia, diharapkan mahasiswa internasional dapat terbantu dalam menghadapi situasi saat ini. Baik dalam memenuhi kebutuhan mereka maupun untuk menjaga diri mereka agar tetap sehat.

1 dari 1 halaman

Salah satu mahasiswa internasional UNS asal Myanmar yang sedang menempuh studi S-2 di Fakultas Kedokteran, Yuzana Maung, menceritakan bahwa ia merasa sangat terbantu dengan adanya paket bantuan tersebut.

"Respons IO UNS kepada mahasiswa internasional pada kondisi sangat baik. Antara lain pemberian paket bantuan, informasi tentang imigrasi, dan perubahan pelaksanaan perkuliahan," ucap Yuzana.

Ia juga merasa terlindungi dengan adanya perhatian UPT Layanan Internasional UNS.

"Kami merasa terlindungi ketika ada mahasiswa internasional yang sakit, kami bisa memberitahukan ke pihak IO UNS untuk dirawat di Rumah Sakit UNS. Saya pribadi sangat mengapresiasi respons dari IO UNS yang sangat memuaskan dan berharap akan terus meningkatkan kepedulian terhadap mahasiswa internasional," katanya lagi. (mdk/bal)

Baca juga:
Diduga Tertular dari Rekan Kerja, 5 Tenaga Medis di Probolinggo Positif Corona
21.203 Warga Surabaya Jalani Rapid Test Corona, Hasilnya 2.080 Reaktif
WHO Desak Indonesia Setop Penggunaan Hydroxychloroquine karena Berbahaya
Ketua DPRD DKI: Harus Disiplin Protokol Kesehatan Bila Mal Kembali Beroperasi
Ini 4 Provinsi dan 25 Kabupaten/Kota yang Akan Menerapkan New Normal
Ratusan Polisi Filipina Gelar Simulasi Penerapan Jaga Jarak di LRT

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Putar Otak Bisnis Ritel Hadapi Corona

5