Solo Masuk Zona Kuning Covid-19

Solo Masuk Zona Kuning Covid-19
PERISTIWA | 3 Juli 2020 18:34 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Perkembangan kasus Covid-19 di Kota Solo dinilai mulai terkendali. Sejumlah tenaga kesehatan yang positif terkonfirmasi virus Corona dan menjalani karantina mandiri dinyatakan sembuh.

Demikian juga seorang anak berusia 12 tahun juga terbebas dari Covid-19 setelah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Bengawan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Siti Wahyuningsih menyampaikan, hingga saat ini total pasien positif Covid-19 mencapai 43 orang. Dari jumlah tersebut 3 orang dirawat, 1 orang isolasi mandiri. Satu tambahan pasien berasal dari Kelurahan Purwosari dan dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Solo.

"Kemarin yang sembuh 3 orang. Nakes (tenaga kesehatan) yang karantina mandiri sama anak usia 12 tahun," katanya saat ditemui merdeka.com di RSUD Bung Karno, Jumat (3/7).

Dia menjelaskan, kondisi Kota Solo saat ini tidak terjadi lonjakan dan boleh dikatakan masuk zona kuning Covid-19. Namun yang lebih penting, menurutnya, masyarakat tetap patuh kepada protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Jika tidak ada social distancing dan penggunaan masker, maka penyebaran virus Corona di Solo bisa saja akan naik.

"Karena Solo itu kan tidak berdiri sendiri. Solo dan sekitarnya. Begitu orang di rumah makan, apa ya di Solo. Solo aman, kalau sekitarnya belum aman, menurut saya ya belum. Jadi Solo Raya itu harus kompak," terangnya.

1 dari 1 halaman

Siti menilai, saat ini tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan masih perlu ditingkatkan. Masyarakat masih banyak tidak mengenakan masker dan mengabaikan jaga jarak saat bertemu teman-temannya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tetap waspada. Karena kemungkinan terjadinya transmisi atau penularan virus masih bisa terjadi. Meski dari sisi penyebaran masih bisa dikendalikan.

Sementara itu berdasarkan data terakhir gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Solo, hingga Jumat siang, jumlah pasien dalam pengawasan atau PDP sebanyak 277 orang. Dari jumlah tersebut 230 diantaranya sembuh, 10 dirawat dan 37 lainnya meninggal dunia.

Sedangkan jumlah orang dalam pemantauan atau ODP yang menjalani rawat inap 1 orang. 14 orang menjalani rawat jalan dan 15 orang lainnya masih dalam pemantauan. (mdk/fik)

Baca juga:
Jatim Tertinggi Penambahan Positif Covid-19, 6 Provinsi Nihil Kasus Baru
Tenangkan Warga Panik, Pemda Cirebon Giatkan Penyemprotan Disinfektan di Gang Kecil
5 Tantangan Pasar Modal Indonesia
Gugus Tugas Bekasi Sebut Protokol Kesehatan Unilever Tekan Penyebaran Covid-19
Update 3 Juli: Bertambah 1.301, Pasien Positif Covid-19 Tembus 60.695 orang
Kementerian PPPA: Anak Penyandang Disabilitas Memiliki Kerentanan Ganda Covid-19

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami