Solo Punya Aplikasi Lacak Persebaran Rumah yang Keluarga Terpapar Covid-19

Solo Punya Aplikasi Lacak Persebaran Rumah yang Keluarga Terpapar Covid-19
Anggota Tim Pakar Satgas Covid-19 Alphieza Syam bersama Wawali Solo. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 9 Mei 2021 13:04 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Anggota Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, Alphieza Syam mengapresiasi penanganan virus Corona di Solo. Satu hal yang menjadi perhatiannya adalah adanya aplikasi yang bisa melacak dan melihat persebaran Covid-19. Ditinjau dari tata ruang wilayah mana saja yang masuk zona hijau, kuning, oranye dan merah.

"Satu hal yang sangat mengagumkan bagi saya di sini ada aplikasi yang bisa melihat daerah mana saja, kelurahan mana saja sampai RT RW mana saja di wilayah Kota Solo yang warnanya hijau, kuning, oranye, merah. Kemudian ada berapa rumah yang terpapar dan seterusnya," ujar Alphieza, saat berkunjung ke Solo, Sabtu (8/5).

Website yang dikombinasikan dengan data informasi Covid-19 di Solo, bisa menjadi pertimbangan wali kota dalam mengambil kebijakan penanganan Covid-19 di tingkat kota. Dia mengaku baru pertama kali melihat ada aplikasi canggih yang dapat melacak persebaran rumah terpapar Covid-19 hingga tingkat RT.

Aplikasi tersebut bisa dilihat melalui website http://covid.intip.surakarta.go.id. Dalam website tersebut dikombinasikan dengan data dan informasi tentang Covid- 19 di wilayah Kota Solo.

"Ini yang menjadi powerfull bagi Wali Kota Solo untuk mengambil keputusan terkait kebijakan penanganan Covid -19 di tingkat Kota Solo," katanya.

"Ini sangat komprehensif, jujur saya baru sekali melihat aplikasi secanggih ini. Bisa menjadi pembelajaran atau acuan," sambungnya.

Untuk itu, pihaknya memint izin agar bisa membawa pengalaman dan pengetahuan tentang hal ini ke pusat. Dia berharap bisa membagikan contoh tersebut ke daerah lain.

Menurut Alphieza, yang telah dilakukan Pemkot Solo bisa dijadikan sebagai salah satu acuan. Kota Solo memiliki lompatan cukup jauh dalam penanganan Covid-19. Jika dibandingkan dengan daerah lain, Solo dinilainya lebih efektif

"Tidak hanya dalam dalam angka-angka. Apakah sudah mencapai zona hijau ,kuning orange ,atau merah tapi itu kan hasil. Kami juga biasanya melihat prosesnya," terangnya.

Menurutnya, mulai dari hulu terkait aktivitas untuk sosialisasi perubahan perilaku seperti apa. Penerapan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) apakah sudah berjalan efektif atau belum.

"Saya yakin kalau di Solo sama dengan kota atau Kabupaten yang lain ya juga dibantu dengan para Babinsa dan Babinkamtibmas dan juga bidan desa untuk melakukan presentasi dengan treatment," katanya.

Kabag Organisasi Setda Pemkot Solo, Mila Yuniarti menyampaikan, yang dimiliki Pemkot Solo, dalam penanganan Covid-19 tersebut sudah sejak satu tahun yang lalu dibuat.

"Sudah setahun lalu sejak awal pandemi Covid-19. Aplikasi ini bisa menampilkan data penyebaran zonasi Covid-19," jelasnya.

Data di website selalu diperbarui setiap hari. Data berbasis dari tingkat RT maupun RW serta kelurahan dan kecamatan.

"Website ini selalu kami sertakan dalam setiap SE walikota tentang penanganan Covid-19 di Solo," ucap Mila. (mdk/noe)

Baca juga:
Gibran Izinkan Warga Solo Raya Mudik Lokal
Blusukan ke Pasar, Gibran Sebut Stok Pangan Lebaran di Solo Cukup
Minta Tradisi Pungli Dihentikan, Gibran Janji Perhatikan Kesejahteraan Linmas
Jelang Larangan Mudik, Penumpang di Stasiun Purwosari Solo Meningkat
Pemkot Solo Larang Lurah Terbitkan SIKM untuk Tujuan Zona Merah

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami