Sopir angkot mogok, Yuni pulang ke rumah jalan kaki 5 km sambil gendong anak

Sopir angkot mogok, Yuni pulang ke rumah jalan kaki 5 km sambil gendong anak
PERISTIWA | 5 Februari 2018 13:12 Reporter : Nur Aditya

Merdeka.com - Ratusan angkot berbagai trayek di Samarinda, Kalimantan Timur, mogok beroperasi sejak pagi tadi sampai siang ini. Calon penumpang pun terlantar. Tidak terkecuali, Yuni, seorang ibu yang harus menggendong balitanya berjalan kaki sedemikian jauhnya.

Meski sambil menggendong balitanya, langkah kaki Yuni terlihat begitu tegar, berjalan bersama ibunya, Siti Aminah (50) meski cuaca terik, kemudian berganti mendung, saat tadi, jarum jam menunjukkan pukul 12.25 Wita.

Di sekitar Yuni dan Siti Aminah, armada angkot berjejer rapi di tepi Jalan Kesuma Bangsa, sekitar kantor Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur. Sopir angkot, juga terlihat asyik bersenda gurau, bersama sesama rekannya, sambil mengisap tembakau.

Satu persatu warga, melintas berjalan kaki di hadapan sopir, yang memutuskan mogok beroperasi. Sesekali, sopir angkot hanya menebar senyum tipis, melihat pejalan kaki di hadapannya. Lagi-lagi, sambil menghisap tembakaunya dalam-dalam.

"Iya ini, nggak ada taksi (angkot) katanya mogok. Ya kita jalan kaki," kata Siti Aminah, saat disapa merdeka.com di tengah langkah kakinya berjalan bersama anaknya, Yuni, dan cucunya yang masih balita.

Perjalanan ketiganya, terbilang tidak dekat. Hampir satu jam menunggu angkot, hingga sekitar jam 11.00 Wita tadi, Siti memutuskan untuk berjalan kaki meski begitu melelahkan.

Saat ditemui merdeka.com di Jalan Kesuma Bangsa, itu berarti dia berjalan kaki hampir 5 kilometer. Sementara, menuju rumahnya di kawasan Jalan Tenggiri, Kelurahan Sungai Dama, masih sekitar 1,5 kilometer lagi.

"Saya dan anak tadi dari kantor BPJS (Ketenagakerjaan) di Juanda (Jalan Ir H Juanda). Nggak ada angkot, ditunggui 1 jam. Ya itu tadi, jalan kaki saja. Rumah saya di Tenggiri," sebut Siti.

"Iya tadi nunggu taksi (angkot) kok nggak ada. Ternyata mogok. Jadi mau tidak mau jalan kaki aja. Iya nih, sambil gendong si kecil. Lumayan, kaki pegal," timpal Yuni.

Sementara itu, sopir angkot masih ngeluruk di dalam halaman kantor Dishub Provinsi Kalimantan Timur. Mereka bersikeras, diantaranya meminta agar taksi online mematuhi aturan, dengan memasang pelat kuning sebagai tanda mereka angkutan penumpang resmi. (mdk/rhm)


Sopir angkot mogok, truk Brimob wara wiri angkut penumpang terlantar
Sopir angkot Tanah Abang terima usulan Sandiaga gabung OK OTrip
Sandiaga sebut sopir angkot pertimbangkan gabung OK OTrip
Sandiaga gelar pertemuan tertutup dengan 12 sopir angkot di Tanah Abang
Dishub DKI, Ditlantas & sopir angkot bertemu bahas penutupan Jalan Jati Baru

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami