Sopir eksekutor Lapas Cebongan dituntut 18 bulan

Sopir eksekutor Lapas Cebongan dituntut 18 bulan
Sidang kasus Lapas Cebongan. ©2013 Merdeka.com/parwito
PERISTIWA | 31 Juli 2013 13:57 Reporter : Parwito

Merdeka.com - Terdakwa Sertu Ihmawan Suprapto, sopir eksekutor penyerangan Lapas Cebongan Serda Ucok Tigor Simbolon yang terdapat dalam berkas ke tiga dituntut 1 tahun 6 bulan penjara dalam sidang di Pengadilan Militer (Dilmil) II-11, Bantul, Yogyakarta.

Tuntutan itu dibacakan oleh Kepala Oditurat Militer II-11 Yogyakarta, Letkol Budiharto dalam sidang yang dipimpin Letkol Joko Sasmito.

"Terdakwa dituntut 1 tahun 6 bulan penjara dikurangani masa penahanan," kata Budiharto, Rabu (31/7).

Sertu Ihmawan juga dibebankan membayar denda persidangan sebesar Rp 15 ribu. "Terdakwa wajib membayar denda persidangan Rp 15 ribu," katanya.

Oditur tidak menuntut pemecatan terhadap Ihmawan dari kesatuan di TNI. Ada dua hal yang memberatkan terdakwa, pertama perbuatannya bisa mencederai kesatuan di TNI, dan kedua karena terlibat dalam penyerangan di lembaga negara.

Peran Ihmawan sendiri saat penyerangan di Lapas Klas IIB Sleman hanya sebagai sopir dari tiga terdakwa dalam berkas pertama, Serda Ucok Tigor Simbolon, Serda Sugeng Sumaryanto. Ihmawan hanya menunggu di mobil depan Lapas saat Ucok bersama rekan-rekannya mengeksekusi empat tahanan titipan Polda DIY.

Sementara itu ada beberapa hal yang meringankan terdakwa. Di antaranya, terdakwa secara kesatria mengakui perbuatnya semata-mata karena membela kesatuanya, masih muda dan belum pernah berperkara hukum.

Lalu terdakwa banyak berbakti kepada negara dengan tugas operasional di beberapa wilayah di Indonesia. Kemudian masyarakat Yogyakarta merasa diuntungkan terhadap langkah penyerangan Lapas Kelas IIB Cebongan, Sleman yang dilakukan terdakwa.

Menangapi tuntutan itu, Tim Penasehat Hukum, Letkol Rokhmat menyampaikan nota keberatan. Pihaknya meminta ketua Majelis Hakim untuk kembali menyidangkan dalam dua pekan kedepan.

"Sama dengan berkas pertama bapak majelis hakim, kami menyusun nota pembelaan dalam dua pekan, tanggal 14 hari Rabu nanti siap kami bacakan," kata Rokhmat dalam menangapi tuntutan oditur. (mdk/did)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami