Sopir Metro Mini ugal-ugalan berujung tragedi maut di Angke

Sopir Metro Mini ugal-ugalan berujung tragedi maut di Angke
3 Korban tabrakan KRL vs Metromini Muara Angke dimakamkan di Cilacap. ©2015 Merdeka.com
PERISTIWA | 8 Desember 2015 10:02 Reporter : Hery H Winarno

Merdeka.com - Kecelakaan Metro Mini yang terjadi di perlintasan kereta Angke, Jakarta Barat, Minggu (6/12) kemarin merenggut 18 korban jiwa. Metro Mini B 7760 FFD menerabas pintu perlintasan kereta sehingga ditabrak KRL.

Keluarga Agus Muhammad Irfan (37), kernet Metro Mini 80 jurusan Kalideres-Grogol bernopol B 7760 FD yang ditabrak KRL Commuter Line, mendatangi Rumah Sakit Sumber Waras. Mereka datang untuk mengambil jenazah Agus, salah satu korban tewas insiden kecelakaan maut di perlintasan Muara Angke, Jakarta Barat.

Paman Agus, Ling (39) menceritakan, sopir Metro Mini Asmadi (34) memang dikenal ceroboh dan tidak sabar. Asmadi juga belum lama menjadi sopir Metro Mini.

"Sopirnya baru 2 bulan megang Metro Mini, dia memang ceroboh dan nggak sabaran," kata Ling di Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta, Minggu (6/12).

Karena sudah tahu sifat Asmadi, Ling yang sehari-hari bekerja sebagai sopir angkutan umum ini mengingatkan keponakannya untuk tidak ikut Asmadi. Namun imbauan itu tak digubris. (mdk/hhw)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami