Sopir Travel di Berau Nyambi Muncikari, Jajakan Wanita Rp 2 Juta Sekali Kencan

PERISTIWA | 26 Januari 2020 04:31 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - As (34), seorang sopir travel warga Kecamatan Pulau Derawan, Berau, Kalimantan Timur, dibekuk polisi Jumat (24/1) malam, di Tanjung Redeb. Dia diduga memperjualbelikan 4 remaja putri di bawah umur, dengan tarif kencan hingga Rp 2 juta, kepada pria hidung belang. As kini meringkuk di penjara polisi.

Sepak terjang As sebagai muncikari memperdagangkan remaja belia terendus polisi dalam 3 pekan terakhir ini. Polisi akhirnya memergoki dan menangkap tangan As, saat sedang transaksi di sebuah kafe, di Tanjung Redeb.

"Dia (muncikari As) tidak menawarkan bisnis itu secara online. Dari mulut ke mulut saja," kata Kasat Reskrim Polres Berau AKP Rengga Puspo Saputro, dikonfirmasi merdeka.com, Sabtu (25/1).

As dibawa ke Mapolres Berau, berikut 4 remaja putri yang memang disiapkan muncikari As, untuk ditawarkan ke pria hidung belang. "Empat remaja putri ini putus sekolah, dan baru ikut pelaku As sebulan ini," ujar Rengga.

"Keempat korban warga Berau, broken home. Karena tidak punya tempat tinggal, akhirnya ditampung oleh As ini. Nah, pelaku As ini malah menawarkan bisnis itu ke kenalannya," ujar Rengga.

Dari pengakuan As, tarif yang dia tawarkan bervariatif. Mulai dari harga Rp 300 ribu. "Rp 300 ribu itu, cuma menemani tamu karaoke saja. Muncikari As dapat Rp 100 ribu," sebut Rengga.

"Kalau berlanjut, short time Rp 500 ribu sampai Rp 800 ribu, muncikari dapat Rp 200 ribu. Long time Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta. Rata-rata korban ini memang remaja putus sekolah SMP," tambah Rengga.

Rengga menerangkan, kencan pun dilakukan di sejumlah hotel di Tanjung Redeb. Namun demikian, dia menepis, muncikari As juga menawarkan bisnis itu bagi tamu pengunjung cottage di kepulauan Derawan, sebagai destinasi wisata bahari di Kalimantan Timur. Mengingat, As merupakan warga kecamatan Pulau Derawan.

"Tidak, tidak sampai ke sana. Di (hotel-hotel) di Tanjung Redeb saja," ungkap Rengga.

As dijerat Undang-undang Perlindungan Anak, dan kini ditahan di sel tahanan sementara Polres Berau. "Sementara baru 4 korbannya. Kalau ada informasi baru dugaan ada korban lain, akan kami selidiki," kata Rengga. (mdk/gil)

Baca juga:
Kabur dari Kafe Kayangan, Korban Perdagangan Orang Wajib Bayar Rp1,5 Juta
Polisi Tangkap Pencari dan Penjual Anak di Kafe Kayangan Penjaringan
Anak yang Bekerja di Karaoke Kayangan Berasal dari Sukabumi dan Depok
VIDEO: Lorong Hitam Prostitusi di Penjaringan
Sudah Beroperasi 3 Tahun, Prostitusi di Gang Sempit Penjaringan Pindahan Kalijodo
Dilaporkan Hilang, Siswi SMP di Depok Ditemukan dalam Apartemen Diduga Dijadikan PSK
Berawal dari Facebook, Anak di Karaoke Kayangan Dipaksa Layani 10 Pria

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.