Sopir Truk Demo di Polresta Samarinda, Desak Polisi Tindak Mafia Solar

PERISTIWA » MALANG | 11 Juli 2019 14:53 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Seratusan sopir truk demonstrasi di Polresta Samarinda, Mereka meminta polisi menindak mafia solar. Para sopir kesal lantaran sering kehabisan solar saat mengantre di SPBU. Pantauan merdeka.com, aksi digelar sejak pagi sekira pukul 10.00 WITA. Para sopir menjejer truk di seberang Mapolresta Samarinda, Jalan Slamet Riyadi. Satu persatu sopir berorasi.

Sopir menilai kelangkaan solar di SPBU disebabkan para pengetap yang mereka sebut sebagai mafia solar. Solar subsidi disalurkan tidak tepat sasaran, lantaran diduga kuat diselewengkan.

"Mafia solar ini sudah terjadi lama. Puncaknya, hari ini adalah kemarahan para sopir yang antre di SPBU, tapi tidak dapat solar," kata perwakilan demonstran, Edi Susanto kepada merdeka.com, Kamis (11/7).

Edi menerangkan, tidak jarang para sopir terlibat bentrok dengan pengetap. "Sopir mempunyai bukti-bukti (tentang pengetap). Kami harap bisa segera diproses Kepolisian," ujar Edi.

"Harusnya antrean di SPBU lancar. Masalahnya ini tidak lancar, karena solar diselewengkan. Banyak solar diselewengkan, tidak tepat sasaran. Itu sebabnya terjadi antrean panjang," tambah Edi.

Perwakilan para sopir diterima Wakapolresta Samarinda AKBP Dedi Agustono. Kendati demikian, Dedi tidak bisa mengambil keputusan. "Kami akan tindaklanjuti keluhan para sopir, awasi SPBU. Soal mafia solar, baru dengar. Yang jelas, kami tindaklanjuti info dan keluhan masyarakat. Pak Kasat Reskrim nanti yang akan memimpin penyelidikan. Soal dugaan oknum (bermain), Divisi Provost yang akan menertibkan," kata Kasubag Humas Polresta Samarinda Ipda Danovan.

Baca juga:
Halau Truk, Akses Tol JORR ke Kalimalang akan Dipasang Portal
Waspada, Truk Kelebihan Muatan Masuk Tol Jakarta-Cikampek Kena Pidana
Pemerintah Perpanjang Pembatasan Operasi Truk Logistik di Tol Trans Jawa
Polisi Ingatkan Truk dan Pikap Mobil Angkutan Barang bukan Orang
90 Truk Overload di Semarang Berhasil Ditilang Karena Alat Canggih Asal Slovenia
Warga Minta Truk Melintasi Area Bandara Soekarno-Hatta Beroperasi Malam Hari

(mdk/cob)