Sosok Bripka Rahmat, Polisi Disiplin Tulang Punggung Keluarga

PERISTIWA | 27 Juli 2019 05:31 Reporter : Desi Aditia Ningrum

Merdeka.com - Nasib Nahas menimpa Bripka Rahmat Efendi, anggota Samsat Polda Metro Jaya (Samsat PMJ). Dia tewas ditembak sesama anggota polisi yaitu Brigadir Rangga Tianto karena kesal dengan nada bicara korban.

Bripka Rahmat ditembak sebanyak 7 kali tembakan mengenai bagian dada ,leher, paha dan perut sehingga korban meninggal di tempat. Peristiwa ini mengejutkan banyak pihak, terutama keluarga dan anggota Polri. Mereka tak menyangka Bripka Rahmat pergi secepat itu. Bagaimana sebenarnya sosok Bripka Rahmat? Berikut ulasannya:

1 dari 4 halaman

Berintegritas Tinggi dan Disiplin

Selain keluarga, rekan kerja Bripka Rahmat Efendi tak menyangka peristiwa penembakan itu terjadi. Sebab Bripka Rahmat dikenal sosok pribadi yang baik.

Tak hanya itu, dalam pekerjaan Bripka Rahmat dinilai memiliki integritas tinggi dan disiplin. Saat diberikan tugas oleh atasan, Bripka Rahmat selalu menyelesaikannya dengan tepat waktu. Di balik itu, Bripka Rahmat merupakan sosok yang sopan santun.

"Kami dari Subdit Regiden Ditlantas Polda metro Jaya merasa prihatin terhadap Bripka Rahmat. Perlu saya sampaikan beliau salah satu anggota memiliki integritas tinggi, bekerja baik, sopan, diberi pekerjaan bisa selesai artinya luar biasa di kedinasan," kata Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Sumardji di rumah duka Sukamaju Baru, Tapos Depok, Jumat (26/7).

2 dari 4 halaman

Ketua Pokdar Sub Sektor Sukamaju Baru

Tak hanya di pekerjaan, Bripka Rahmat Efendi dikenal baik di lingkungan tempat tinggal. Dia bahkan dipercaya sebagai Ketua Pokdar Sub Sektor Sukamaju Baru oleh warga sekitar.

Ketika ada peristiwa apa pun di lingkungannya, warga selalu memberitahu Bripka Rahmat. Sehingga dengan sigap dia memberikan jalan keluar.

"Itu bukan beban pekerjaan yang mudah tetapi susah karena harus meluangkan waktu di sisa pekerjaannya yang harus dijalankan di kepolisian selain itu almarhum juga dikenal aktif di pokdar sehingga ketika ada kejadian di kampung ini selalu aktif diberi tahu warga dan langsung memberikan solusi," kata kata Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Sumardji di rumah duka Sukamaju Baru, Tapos Depok, Jumat (26/7).

3 dari 4 halaman

Baik dan Suka Bantu Sesama

Ayah Bripka Rahmat Efendi, Arsan Muhammad Djaelani sangat terpukul saat mengetahui putranya tewas ditembak. Dia tak menyangka Bripka Rahmat pergi secepat itu. Padahal, Brigadir Rahmat merupakan anggota polisi yang bertugas melindungi warga. Kini justru dia telah mengalami peristiwa mengenaskan.

Arsan bercerita bahwa Bripka Rahmat merupakan sosok yang baik. Dia selalu senang membantu sesama. Tak cuma keluarga, Bripka Rahmat bersikap sama kepada masyarakat.

"Selama ini almarhum alhamdulillah sama saudara, kakaknya, baik sekali, sama yang susah dia juga mau membantu," katanya di Sukamaju Baru, Tapos Depok, Jumat (26/7).

4 dari 4 halaman

Tulang Punggung Keluarga

Bripka Rahmat Efendi merupakan anak ketiga dari 5 bersaudara. Ayah Brigadir Rahmat, Arsan Muhammad Djaelani menyebut jika almarhum tulang punggung keluarga. Dia selalu peduli terhadap keluarga, apalagi kepada orangtua.

"Dia orangnya baik, sama kakak terutama saya sendiri walau istilahnya saya dapat pensiun tapi dia masih bantu juga," katanya di kediaman almarhum, Jumat (26/7). (mdk/has)

Baca juga:
Fakta-Fakta Sosok Brigadir Rangga Tianto, Pelaku Penembakan Polisi di Depok
Polda Metro & Polres Depok Rampung Olah TKP Polisi Tembak Polisi
Polisi yang Tembak Rekannya di Depok Merupakan Paman Pelaku Tawuran
Kapolda Metro Dalami Kaitan Polisi Tembak Rekannya dengan Penangkapan Pelaku Tawuran
Polisi Tembak Polisi, Pelaku Langgar 3 Aturan & Terancam Hukuman Mati
Dinas di Polda Metro Sejak 2008, Polisi Ditembak di Depok Tak Punya Catatan Buruk

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.