Sosok M Idris, Anak Guru Ngaji dan Petani di Sumbar jadi Lulusan Terbaik Akpol

PERISTIWA | 16 Juli 2019 16:41 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Raut muka bahagia terus terpancar dari wajah Ipda M Idris, salah satu lulusan terbaik perwira TNI-Polri 2019 dari Akademi Kepolisian (Akpol). Profesi sang ayah sebagai petani dan guru ngaji, tak menyurutkan semangat Idris untuk meraih cita-citanya sebagai polisi.

Terbukti, taruna kelahiran Solok Selatan, 8 Juli 1996 itu berhasil menjadi lulusan terbaik dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3.54 dari 4. Tak sampai di situ, Idris juga mendapat empat penghargaan yaitu Adhi Makayasa, Ati Tanggon Emas, Ati Trengginas Perak, dan Ati Tangkas Perak.

Senyumnya merekah saat ditanya perasaan menjadi lulusan terbaik angkatan 2019, mengalahkan 305 perwira Polri. Bukan hanya bangga, Idris mengatakan penghargaan yang diberikan kepadanya merupakan sebuah amanah.

"Tentunya perasaan saya ketika menjadi yang terbaik di akademi kepolisian bangga, terharu senang dan menurut saya ini juga sebuah amanah agar bisa menjadi awal untuk lebih baik ke depannya," ujar Idris di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (16/7).

Idris mengaku, penghargaan yang diraihnya tak lepas dari dukungan keluarga, khususnya sang ayah yang selalu mendoakan. Sang ayah juga selalu memberikan dukungan dan motivasi dan mengingatkan untuk tak meninggalkan salat.

"Motivasi-motivasi beliau ketika Idris pesiar pun pada saat telepon beliau selalu bilang "Tetap berdoa nak jangan tinggalkan ibadah," ucap Idris.

Tinggal di perantauan, tentunya membuat Idris rindu masakan khas Padang, Sumatera Barat. Sang ayah pun kerap membuatkannya masakan Padang, setiap Idris berlibur ke kampung halaman.

Di mata Idris, sang ayah adalah sosok yang menginspirasi dan membuatnya berjuang sekuat tenaga meraih cita-citanya. Ayah pula yang menjadi alasan Idris untuk menjadi polisi.

"Menjadi inspirasi saya adalah ketika ayah melihat orang berseragam membuat beliau senang. kemudian dari kecil Idris juga mau jadi seorang polisi walaupun pada saat MTS SMA berubah-berubah. Tapi Alhamdulillah kakak juga menguatkan untuk menjadi seorang polisi," jelas Idris.

Dia sangat bersyukur dapat membawa sang ayah bertemu dan bersalaman dengan Presiden Jokowi. Bahkan, hal itu belum pernah dibayangkannya.

"Luar biasa dan salah satu cita-cita dari Idris adalah bagaimana caranya ayah bisa pergi ke Istana dan bersalaman dengan Presiden RI. Alhamdulillah tercapai," pungkasnya.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi melantik 781 perwira TNI dan Polri angkatan 2019. Mereka, di antaranya, 259 Akademi Militer, 117 perwira Angkatan Laut, 99 perwira Angkatan Udara, dan 306 perwira Polri.

Pelantikan para perwira TNI berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 53/TNI/2019 tentang Pengangkatan Taruna-Taruni Akademi TNI menjadi Perwira TNI.

Sementara, bagi para perwira Polri berdasarkan Keppres Nomor 54/Polri/2019 tentang Pengangkatan Taruna-Taruni Kepolisian Menjadi Perwira Kepolisian.

Reporter: Lizsa Egeham

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Loyal, 60 Personel Polisi Kalbar Perbatasan Indonesia-Malaysia Naik Pangkat
Ajar Baca Warga Perbatasan Timor Leste, Bripka Kresna Jadi Polisi Teladan Nasional
Kisah Polisi Bantu Pemudik Melahirkan saat Mobilnya Mogok
Ipda Tatang, Polisi Ganjal Tronton Rem Blong Dihadiahi Motor Dinas Baru
Motor Dinas jadi Ganjalan Tronton Rem Blong, Ipda Tatang Terima Penghargaan
Aksi Heroik Ipda Tatang Ganjal Tronton Rem Blong Pakai Motor Dinas Cegah Kecelakaan
Mendagri Beri Penghargaan Anggota Polri Yang Gugur Saat Pengamanan Pemilu 2019

(mdk/lia)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com