Sowan ke PWNU Jatim, Khofifah ajak elemen masyarakat membangun Jawa Timur

PERISTIWA | 18 Juli 2018 15:41 Reporter : Moch. Andriansyah

Merdeka.com - Gubernur terpilih Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi PWNU Jawa Timur, Jalan Masjid Al Akbar, Surabaya, Rabu (18/7). Khofifah datang ditemani ketua pemenangan tim Khofifah-Emil, KH M Roziqi bersama beberapa tim sukses yang lain.

Mereka disambut langsung Ketua PWNU Jawa Timur, KH Hasan Muttawakkil Alallah dan Wakil Rais Syuriah KH Agoes Ali Mashuri, serta jajaran dan menggelar pertemuan tertutup.

Usai pertemuan, Khofifah mengibaratkan sebagai santri belum lulus di pesantren. Sehingga memerlukan saran dan pertimbangan para tokoh, ulama, kiai, dan berbagai elemen masyarakat untuk membangun Jawa Timur.

"Saya bukan putra kiai besar, bukan putra jenderal, dan putra guru besar. Saya bukan siapa-siapa tanpa membangun strong partnership dengan seluruh elemen bangsa, seluruh elemen Jatim," kata Khofifah.

Terlebih, selama ini Khofifah menjadi bagian dari muslimat, yang merupakan badan otonom (Banom) dari Ormas Islam terbesar di Tanah Air. Artinya, kata Khofifah, kebersatuan di lingkungan NU menjadi bagian penting.

"Supaya bersama-sama menyiapkan, membangun Jatim makin berkemajuan, makin berkeunggulan, makin mendapat ruang di mana percepatan kesejahteraan bisa kita bangun," ujar dia.

Selebihnya, Ketum PP Muslimat NU ini menyebut akan melanjutkan bersilaturahmi ke partai-partai pengusung. Serta elemen-elemen strategis sembari melakukan penajaman navigasi program 9 Nawa Bhakti Satya yang menjadi andalannya membangun Jawa Timur.

NU sebagai payung umat

Sementara Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur KH Agoes Ali Mashuri menegaskan, Pilgub telah usai. "Tidak ada friksi dan tidak ada masalah," tegas pengasuh Ponpes Bumi Sholawat, Sidoarjo ini.

Gus Ali sapaan KH Agoes Ali Mashuri meminta jangan ada pandangan bahwa Khofifah adalah orang baru di NU. "Khofifah adalah kader NU. Jadi kita harus berpikir cerdas, realistis, objektif. Bukan mengada-ada, (Khofifah) kader. Ya Sudah," tegasnya.

Gus Ali juga menyatakan, PWNU siap membackup kepemimpinan Khofifah-Emil demi Jawa Timur sukses menjadikan kiblat nasional. Sebab, katanya, NU merupakan payung bangsa.

"Tentunya payung harus lebih besar dari yang dipayungi. Kalau payung kecil, kudanan kabeh, kepanasan kabeh (kehujanan semua, kepanasan semua)," selorohnya.

Dan inilah yang menurut Gus Ali pentingnya sebuah kebersamaan, saling menjaga satu sama lain seperti fungsi payung. "Semoga Bu Khofifah mampu mewujudkan Jatim semakin makmur, adil dalam kemakmuran, makmur dalam keadilan," tegasnya. "Mari kita bangun Jatim ke depan dengan kebersamaan dan ketulusan, understand?" sambungnya dengan canda.

Senada dengan Gus Ali, Ketua PWNU Jawa Timur, KH Hasan Muttawakkil Alallah menegaskan, bahwa pihaknya ingin memperkokoh kekuatan bagi Jawa Timur. "Saya hanya menyambung apa yang disampaikan oleh wakil rais (Gus Ali) tadi, bahwa NU merupakan payung besar, dan kali ini tentunya dan seterusnya, NU ingin memperkokoh dirinya sebagai payung bagi yang ada di bawah payung NU ini," tandas Kiai Mutawakkil. (mdk/gil)

Baca juga:
Lupakan pilgub, Khofifah ajak warga satukan kekuatan bangun Jatim
Bertemu Wapres JK, Khofifah bahas cara menuntaskan kemiskinan di Jatim
Zulkifli Hasan minta Khofifah-Emil penuhi janji kampanye
Setelah bertemu Zulhas & SBY, Khofifah-Emil mengunjungi Airlangga Hartarto
Airlangga: Golkar dan Khofifah sepakat dukung Jokowi di Pilpres 2019
Temui Wapres JK, Khofifah dapat ucapan selamat
Setelah bertemu Wapres JK, Khofifah akan temui Presiden Jokowi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.