Spesialis Begal di Daerah Perbatasan Palembang Ditembak Polisi

Spesialis Begal di Daerah Perbatasan Palembang Ditembak Polisi
PERISTIWA | 17 September 2020 14:33 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Dua kawanan spesialis begal di daerah perbatasan Palembang, Rizki Saputra (19) dan Apriansyah (23) ditangkap polisi. Salah satu pelaku di antaranya ditembak karena melarikan diri.

Keduanya ditangkap petugas Unit 2 Subdit III Jatantas Ditreskrimum Polda Sumsel di rumah masing-masing di kawasan Kertapati Palembang, Rabu (16/9). Apriansyah ditembak saat menyeberangi sungai untuk kabur dan dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk perawatan.

Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi mengungkapkan, kedua tersangka bersama dua rekannya kerap melukai korbannya saat beraksi. Setidaknya sudah lima kali aksi begal mereka lakukan, kebanyakan di daerah perbatasan Palembang.

"Kawanan ini spesialis begal di perbatasan, sudah lima kali beraksi dan menggunakan senjata api rakitan dan senjata tajam," ungkap Suryadi, Kamis (17/9).

Dalam catatan kepolisian, komplotan ini membegal pasangan suami istri Wahiduddin (34) dan Eva Susanti (32) di Jalan Lintas Timur Sumatera Indralaya-Palembang, Selasa (7/7) pukul 04.00 WIB. Wahiduddin ditodong pistol rakitan dan terpaksa menyerahkan motor jenis Yamaha Aerox demi menyelamatkan istrinya yang sedang hamil tua.

Para pelaku membawa kabur motor, laptop, hardisk, dua unit telepon genggam, dan uang Rp500 ribu milik korban. Kedua korban berjalan sekitar 1 kilometer dari TKP sebelum diselamatkan sopir bus AKAP.

Beberapa hari berikutnya, komplotan ini beraksi di Jalan Noerdin Panji, Kebun Sayur, Kecamatan Sukarami, Palembang, yang berdekatan dengan Kabupaten Banyuasin, Senin (27/7) pukul 05.00 WIB. Korban yang merupakan pegawai Bus Rapid Transit Trans Musi mengalami luka tusuk di tangan dan harus kehilangan sepeda motornya yang baru beberapa hari dibeli.

"Motor hasio begal dijual mulai Rp4 juta sampai Rp5 juta. Tersangka mengaku menghabiskan uang itu untuk judi online dan narkoba," ujarnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang diancam tujuh tahun penjara. Penyidik masih mengejar beberapa pelaku lain yang tersisa setelah sejumlah rekannya sudah ditangkap.

"Kawanan ini beraksi dalam jumlah banyak, kadang berdua, berempat, dan kadang lebih dari itu," pungkasnya. (mdk/eko)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami