Stadion GBLA Terbengkalai, Pemprov Siap Alih Kelola

PERISTIWA | 18 Juli 2019 00:06 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di Kota Bandung menjadi sorotan karena terbengkalai. Hal ini merupakan muara dari sengkarutnya manajemen pembangunan dan kesiapan anggaran yang disediakan Pemerintah Kota Bandung.

Terbengkalainya stadion berkapasitas 38 ribu penonton ini terlihat di beberapa bagian sarana prasarana. Fasilitas seperti toilet tidak bisa digunakan, kursi penonton dan atap rusak, serta tembok di stadion kusam. Di luar stadion pun tidak rapih dipenuhi rumput ilalang dan tumpukan sampah.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan bahwa pengelolaan stadion yang sempat menjadi home base Persib Bandung itu tanggung jawab Pemerintah Kota Bandung. Hanya saja, ia siap jika stadion tersebut dialihkelolakan kepada Pemrov Jabar.

"Kalau enggak sanggup, kasih aja ke pemprov, dengan senang hati kita urus. Jadi kalau terbengkalai pasti kurang anggaran dan anggarannya ada di sana (Pemkot Bandung)," kata Ridwan Kamil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (17/7).

Perpindahan alih kelola sangat mungkin dan bukan hal yang baru dilakukan oleh instansi pemerintahan, baik pemerintah daerah maupun pusat. Jika alih kelola dari Pemerintah Kota kepada Pemerintah Provinsi terealisasi, ia berencana menyerahkannya kepada pihak ketiga.

"Itu sudah biasa, kita nyerahin aset ke pusat sering, pusat ke kita. Sama-sama negara, cuma beda saku. Tiga-tiganya (pemerintah pusat, kota, provinsi) sama-sama negara," ujar dia.

"Yang paling betul itu GBLA diserahkan, dikelola oleh sebuah prosedur yang baik ke Persib. Pihak ketiga salah satu yang ideal adalah Persib. Dari dulu jangan diurus sama pemerintah, pemerintah itu bukan operator, tapi regulator," kata dia.

Terpisah, Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengatakan, kondisi terbengkalainya stadion tidak terlepas dari beragam faktor. Salah satu yang menjadi penghambat adalah wanprestasi pada tahap kedua serah terima dengan PT. Adhi Karya selaku pengembang proyek. Nilai yang diungkapkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mencapai Rp4,7 miliar.

Politisi PKS itu belum mau menanggapi pernyataan Ridwan Kamil soal kemungkinan adanya alih kelola. Meski demikian, ia memilih untuk mengkaji peluang kerjasama dengan pihak ketiga sebagai operator.

"Kita sedang cek apa dikelola sendiri atau kerja sama. Kita juga sudah punya Perda (Peraturan Daerah) untuk kerja sama pengelolaan barang jasa milik daerah," tegasnya.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengakui belum ada titik temu terkait kejelasan serah terima tahap kedua dari pihak pengembang. "Tahap satu itu bagian utama, tahap kedua itu kursi dan bangunan lantai tiga, tahap tiga itu bagian luar. Jadi kan tahap dua ini menggantung karena ada kursi ada VIP, lantai tiga bangunan," kata Yana.

Berdasarkan data Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Pemerintah Kota bandung memerlukan dana yang besar dalam pengelolaan GBLA. Untuk kebutuhan listrik setiap bulan, biaya yang dibutuhkan mencapai Rp100 juta atau Rp1,2 miliar per tahun.

Sedangkan untuk pemeliharaan rumput mencapai Rp30 juta per bulan, biaya untuk kebersihan setiap tahun mencapai Rp1,5 miliar dengan rincian diberikan kepada pihak outsourching yang pegawainya berjumlah 50 orang. Setiap orang petugas kebersihan digaji Rp2-3 juta setiap bulan atau total Rp150 juta setiap bulan. Pendapatan dari stadion jika digunakan Persib setiap satu kali untuk berlaga di liga hanya Rp60 juta.

Baca juga:
Wajah murung tersangka korupsi Stadion Gedebage ditahan Bareskrim
Perbaikan rumput Stadion GBLA hampir 100 persen rampung
Jelang PON, akses VIP menuju Stadion GBLA belum rampung
Jelang PON, Stadion Gelora Bandung Lautan Api diperbaiki April
Aher ragu perbaikan stadion GBLA selesai tepat waktu
Pemprov Jabar pesimis Stadion GBLA bisa digunakan pembukaan PON
Masih perbaikan, amankah GBLA dipakai laga Persib vs Persija?

(mdk/gil)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com