Staf Khusus: Presiden ke Papua Menginap Enggak Usah di Hotel

PERISTIWA | 12 September 2019 02:03 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Staf Khusus Presiden untuk Papua, Lenis Kogoya sepakat dengan rencana pembangunan Istana Negara di Papua. Sebelumnya, 61 tokoh dari Papua dan Papua Barat mengusulkan pendirian Istana saat bertemu Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Negara, kemarin.

"Harus ada dong (Istana Presiden di Papua), Presiden ke Papua kan menginap enggak usah di hotel, tidur aja di rumah dinas kan gitu," kata Lenis di Hotel GrandKemang Jakarta Selatan, Rabu (11/9).

Lenis menuturkan, tiap-tiap Provinsi di Indonesia hampir semua memiliki Istana Negara. Misalnya Jawa Timur, dan Jawa Barat. Ia pun kembali melontarkan pertanyaan.

"Loh kita kan bagian dari NKRI, kenapa tidak bisa? Emang enggak boleh kalau Papua?" ujar dia.

Lenis juga menegaskan, 61 tokoh Papua yang bertemu Jokowi mewakili suara masyarakat Papua secara umum. Setidaknya ada sembilan poin yang diminta oleh tokoh Papua dan Papua Barat kepada Jokowi.

Lenis mengatakan pertemuan yang terjalin antara tokoh Papua dengan Presiden salah satunya untuk menampung aspirasi. Misalnya pada poin kelima tentang revisi undang-undang otonomi khusus.

Ia menegaskan, aspirasi tersebut bukanlah atas nama individu tapi demi kepentingan umum. "Di situ yang datang satu wilayah. misalnya manta yang datang, manta itu kan tuan tanahnya. Artinya tokoh yang kami patut hormati tuan-tuan yang datang," kata dia di Hotel GrandKemang, Rabu (11/9/2019).

Makanya, Lenis meminta aspirasi itu tak usah dipermasalahkan. "Kalau di Papua, kalau orang tua yang bicara, anak muda, ikuti saja. kita harus hargai itu. Kita bukan melihat masalah menyampaikan aspirasi dengan kelompok tim datang kemarin. Tapi yang menyampaikan datang ini orang tua," ucap dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyambut baik usulan tokoh Papua agar Jokowi membangun Istana Kepresidenan di Papua. Perwakilan tokoh Papua menyebut bahwa pihaknya sudah mengalokasikan 10 hektare tanah untuk pembangunan Istana di sana.

"Mengenai Istana Presiden, yang di sana itu kan sulitnya tanah, bener 10 hektare gratis? Benar sudah ada?" seloroh Presiden Jokowi dan disambut tawa hadirin di Istana Negara, Selasa (10/9).

Jokowi lalu berbicang dengan beberapa menteri yang menemani Presiden menyambut para tokoh Papua. "Mulai tahun depan Istana akan dibangun di sana," kata Jokowi.

Pembangunan Infrastruktur di Papua

Lenis juga menyatakan, Presiden Joko Widodo telah mengimplementasikan sila kelima Pancasila di Indonesia khususnya Papua. Menurut dia, keadilan begitu sangat terasa sejak pemerintahan Jokowi. Meski, Lenis tak mengesampingkan Presiden yang terdahulu dalam membangun Papua.

"Kalau ada orang bicara ketidakadilan Papua itu bohong saya pelakunya, saya selalu dampingi Pak Presiden. Era Jokowi keadilan sudah mulai ditegakkan," kata dia.

Lenis tak sembarang bicara. Ucapannya tersebut berdasarkan pengalaman pribadinya. "Kampung saya ada di pedalaman perjalanan kami ke sekolah kalau berangkat jam 6 paling pulangnya jam 4 jam 5 sore. itu juga jalan kaki. Tapi kalau lihat sekarang tadinya jalan kaki sekarang pakai mobil," ucap dia.

©Setpres RI

Lenis juga memuji sejumlah program yang dicanangkan pemerintahan Jokowi. Di antaranya menyamakan harga BBM di Papua dengan di daerah-daerah lain.

"Tadinya BBM di Wamena mahal tapi tiba-tiba diturunkan harga sama dengan Jawa. Terus beras pokoknya semua program pemerintah masuk di pedalaman," ucap dia.

Begitu pun dengan pembangunan infrastruktur. Jokowi serius membenahi Jalan-Jalan di Papua. Contohnya dari Jayapura hingga Wamena. Kemudian Nabire ke Sorong dan Manokwari.

"Jayapura ke Wamena hampir 500 kilometer tapi tembus terus dari Nabire ke Sorong itu tembus bayangkan dari Sorong ke Manokwari dikit lagi jalan Merauke ke Bosnik setengah mati kalau naik pesawat harus lewati gunung pintu kalau gak lewat atau tabrak mati di situ ini sekarang tembus," ucap dia.

Lenis mengatakan, Jokowi juga serius membangun Sumber Daya Alam (SDM) di Papua. Setiap tahunya setidaknya ada 1.500 anak-anak Papua yang di sekolahkan secara gratis ke Manado.

"Sekarang 1500 hingga 1600 per tahun jumlah sekarang adalah 20300 anak Papua beasiswa semua dari Kementerian langsung makan, biaya kos semua hidupnya ditanggung pemerintah pusat," ujar dia.

Lenis berkali-kali menyampaikan Pemerintah Indonesia sudah hadir di tengah-tengah rakyat Papua. Buktinya ajudan Presiden banyak orang Papua. Apalagi di setiap kementerian di situ ada banyak orang Papua.

"Ada penerimaan CPNS semua Kementerian termasuk istana ada penerimaan khusus di istana anak papua banyak dulu kami tidak bisa mau masuk aja setengah mati tapi saya sekarang staf khusus," ujar dia.

"Target saya lima, sepuluh dan ke depan manusia di Papua kualitasnya setara jadi tidak ada yang mengatakan Papua ketinggalan jadi pemerintah sudah hadir," dia menandaskan.

Baca juga:
Pembangunan Istana Kepresidenan Tak Atasi Masalah Ekonomi Papua
VIDEO: Menteri Basuki Bakal Gelar Sayembara Desain Istana Presiden di Papua
Ini Istana-Istana Presiden RI yang Ada di Nusantara, Papua Segera Menyusul?
Pembangunan Istana Kepresidenan di Papua Jangan Sebatas Simbolik Saja
PUPR Punya Rp300 M Siap Dipakai Bangun Istana Kepresidenan di Papua
Mendagri: Tak Masalah Masing-masing Provinsi Punya Istana Presiden

(mdk/bal)