Staf Prabowo: 8 Persen Gaji TNI/Polri dan PNS Kemenhan Dikelola Asabri

Staf Prabowo: 8 Persen Gaji TNI/Polri dan PNS Kemenhan Dikelola Asabri
PERISTIWA | 16 Januari 2020 18:06 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto telah meminta penjelasan langsung dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terkait dugaan penyelewengan dana di PT Asabri.

"Yang jelas pak Prabowo sejak awal ingin mendengar laporan dari pihak menteri BUMN, karena kan memang secara hierarki ini di bawah menteri BUMN," kata Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga Dahnil Anzar Simanjuntak, di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan), di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (16/1).

Dahnil menuturkan, Prabowo merasa perlu menanyakan ini ke BUMN. Sebab, Perusahaan pelat merah ini mengurusi dana pensiun dan tunjangan hari tua untuk prajurit TNI dan Polri. Bahkan PNS di Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

"Posisi Kemhan dalam hal ini TNI juga Polri juga itu sebagai stakeholder, karena kan semua dana pensiun dan tunjangan hari tua prajurit TNI dan Polri itu diletakan di Asabri."

Dahnil membeberkan besaran dana tunjangan hari tua dan iuran pensiun seorang anggota TNI dan Polri yang dikelola PT Asabri.

"Jadi setiap bulannya dari APBN itu gaji pokok TNI Polri termasuk PNS Kemhan itu dipotong 8 persen. 3,45 Persen untuk tunjangan hari tua dan 4,75 Persen itu untuk iuran pensiunan. Jadi totalnya 8 persen. Kira-kira itu yang dipotong dari prajurit," ujarnya.

Prabowo ingin mengetahui bahwa dana prajurit tetap aman. Prabowo sudah mendapat penjelasan dari Erick Thohir. Intinya, dana tersebut tetap aman.

"Kemarin dapat laporan dari menteri BUMN dan juga Asabri. Baru saja kemarin menyatakan bahwasannya dana Asabri tidak ada masalah dan akan tetap aman. Maka Pak Prabowo menyampaikan ya prajurit harus tetap tenang dan tidak ada masalah dengan ini," ucapnya.

1 dari 1 halaman

Erick Thohir: Keuangan Asabri Stabil

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir juga sudah menemui Menko Polhukam Mahfud MD. Erick menuturkan, kondisi keuangan PT Asabri stabil. Tetapi, memang ada penurunan aset.

"Kondisi keuangan dalam keadaan stabil. Tapi apa ada penyelewengan daripada penurunan aset karena salah investasi. (Untuk hal ini) kan ada prosesnya sendiri," jelas Erick.

Erick menambahkan, terkait kemungkinan adanya penyelewengan itu, sebagai kelanjutannya dia menyerahkan pada proses hukum.

"Biar itu berjalan sesuai dengan aturannya. Dan tentu domain hukum, bukan di Kementerian BUMN. Kalau kami kan lebih ke korporasinya," ungkap Erick. (mdk/noe)

Baca juga:
Bertemu Mahfud MD, Erick Thohir Sebut Kondisi Keuangan PT Asabri Stabil
Mahfud Sebut Kasus Dugaan Korupsi Asabri Akan Ditangani Polri
Prabowo Jamin Dana Asabri Aman, Prajurit TNI/Polri Diminta Cool
Mahfud Ogah Tanggapi Pernyataan Dirut Soal Tak Ada Korupsi di Asabri
Melihat Pelayanan di Gedung Asabri
Direktur Utama PT Asabri Klarifikasi Soal Dugaan Korupsi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami