Stafsus Jokowi Anggap Radikalisme Hanya Diksi Tak Subtantif

Stafsus Jokowi Anggap Radikalisme Hanya Diksi Tak Subtantif
jokowi perkenalkan staf khusus. ©2019 Merdeka.com/supriatin
PERISTIWA | 23 November 2019 14:48 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Staf khusus Presiden Joko Widodo, Aminudin Maruf menilai radikalisme merupakan diksi tidak substantif. Menurutnya upaya deradikalisasi lebih penting ketimbang menyamakan persepsi tentang radikalisme.

"Saya pikir itu hanya persoalan pengertian diksi, yang dipakai itu tidak substansi lah," kata Amin di Jakarta, Sabtu (23/11).

Mantan Ketua Umum Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu mengamini jika masalah radikalisme menjadi salah satu konsentrasi pemerintah selain pertumbuhan ekonomi.

Namun, Amin enggan berkomentar saat disinggung mengenai gagasannya memberantas radikalisme di Indonesia. Padahal, sebagai staf khusus, dia mendapat tugas membangun komunikasi dengan seluruh pesantren dan para santrinya.

"Yang pasti itu menjadi salah satu konsentrasi presiden dan menteri-menteri yang terkait yang dipimpin oleh Pak Wakil Presiden," kata dia.

Baca Selanjutnya: 260 Penceramah Cegah Radikalisme...

Halaman

(mdk/ray)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami