Stafsus Milenial Jokowi Dilaporkan ke Polisi

Stafsus Milenial Jokowi Dilaporkan ke Polisi
Founder sekaligus CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra. ©2019 Merdeka.com/Dwi Aditya Putra
NEWS | 16 April 2020 15:10 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Andi Taufan Garuda Putra dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri terkait dugaan penyalahgunaan wewenang lantaran mengirimkan surat dengan kop Sekretariat Kabinet kepada para camat.

Pelapor yang juga pengacara atas nama M Sholeh menyampaikan, laporannya belum diterima penyidik.

"Kita tadi sempat berdebat karena SPKT belum mau menerima pengaduan kita. Dianggap masih kurang, masih prematur. Padahal bukti awal itu menurut kita sudah," tutur Sholeh di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (16/4).

Sholeh mengaku hanya membawa barang bukti surat berkop Sekretariat Kabinet yang kontroversial tersebut. Pasalnya, Andi tidak berwenang menggunakan tanda tersebut.

"Nah kami menduga jangan-jangan kop surat ini hasil curian, atau kop surat ini adalah kop surat palsu supaya dipercaya oleh camat-camat di tiga pulau ini maka dia menggunakan memalsu. Ini baru sebatas dugaan," jelas dia.

2 dari 2 halaman

Meski ditolak, Sholeh menerima langkah lain hasil masukan Polri. Penyidik bermaksud melayangkan langsung aduan tersebut kepada Kapolri Jendral Idham Azis.

"Oleh SPKT dikasih jalan tengah. Surat kita secara resmi diajukan kepada Kapolri. Kita dikasih tanda terima, surat kita sudah masuk. Insyaallah minggu depan kita ke sini lagi," kata Sholeh.

Dia berharap, Polri dapat profesional menangani aduan tersebut. Jangan sampai hanya soal hoaks dan kritik terhadap Presiden Jokowi saja yang ditangani. Sementara jajaran lingkaran Istana Negara kebal hukum.

"Kami pingin, ini kasus sangat serius. Sebab kalau ini dibiarkan tidak ada jaminan staf khusus ini sebelum-sebelumnya tidak melakukan hal yang sama. Bisa jadi dia telepon sana telepon sini atas nama staf khusus presiden, lanjut dia.

Menurut saya sih kalau pun ini soal mundur tidak menyelesaikan masalah. Proses hukum harus menjadi pelajaran bagi penyelenggara negara yang lain," tutup Sholeh.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Politikus PKS Ingatkan Staf Milenial Jokowi Tak Aji Mumpung Cari Proyek dari Corona
Deretan Perusahaan Milik Stafsus Milenial Jokowi
Lingkaran Jokowi Bikin Gaduh di Tengah Pandemi Corona
KPK Diminta Usut Surat Stafsus Jokowi ke Camat Jika Ada Unsur Perdagangan Pengaruh
Buntut Surat Andi Taufan, Politikus PKB Sarankan Staf Milenial Jokowi Dibubarkan
Stafsus Milenial Jokowi Jangan Main-main Urus Negara

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami