Stafsus Presiden: Berbeda Warna Kulit Tetapi Kalau Dicubit Darah Pasti Merah

PERISTIWA | 11 September 2019 15:34 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Staf Khusus Presiden untuk Papua, Lenis Kogoya menyatakan, mengelola persatuan haruslah dengan hati. Itu pun harus dimulai dari kelompok terkecil.

"Mulai dari keluarga, saudara, suku dan bangsa di situ harus baik dalam mengendalikan sikap maupun tingkah laku," kata Lenis di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (11/9)

"Kalau bicara jangan memandang siapa dia tetapi tatap mukanya dan jaga sikap kita mulai dari hati," imbuh dia.

Lenis juga mengajak masyarakat tak lagi berseteru soal pilihan politik. Mari merajut kembali persatuan demi membangun masa depan bangsa Indonesia.

"Tidak lagi kosong satu kosong dua. Yang ada kosong tiga yakni Persatuan Indonesia," ujar dia.

Lenis mengatakan, salah satu cara membangun persatuan yakni dengan mengikis perbedaan-perbedaan yang terlihat. Lenis pun menganalogikan perbedaan dengan warna kulit dan darah.

"Tuhan menciptakan manusia dengan berbeda warna kulit tetapi kalau dicubit semua darah pasti berwarna merah," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Ini Profil Buchtar Tabuni, Tersangka Makar Papua yang Ditangkap Polisi
Akses Internet 4 Kabupaten di Jayapura, Manokwari dan Sorong Masih Dibatasi
PUPR Punya Rp300 M Siap Dipakai Bangun Istana Kepresidenan di Papua
Mendagri: Tak Masalah Masing-masing Provinsi Punya Istana Presiden
Jokowi Janji Pemekaran Daerah di Papua, Mendagri Cari Dasar Hukumnya
Harga Tanah di Papua Lebih Tinggi 2 Kali Lipat Ganjal Rencana Pembangunan Istana

(mdk/eko)

TOPIK TERKAIT