Status Gunung Sinabung Segera Diturunkan Jadi Waspada

PERISTIWA | 17 Januari 2020 14:53 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Tingkat aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumut diperkirakan segera turun dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada). Saat ini Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) tengah mengkaji penurunan status itu.

"Mau diturunkan statusnya, tapi saat ini mau dikaji dulu, karena kita melihat situasi Gunung Sinabung sudah semakin tenang," kata Armen Putra, pengamat pada Pos Gunung Api Sinabung, Jumat (17/1).

Penurunan status itu masih dievaluasi Badan Geologi Kementerian ESDM di Bandung. Evaluasi didasarkan pada data-data akademis dari pengamatan Pos Gunung Api Sinabung.

"Kapan diturunkan bergantung keputusan Badan Geologi, tapi kalau melihat situasi dan kondisinya (aktivitas Gunung Sinabung) memang sudah agak menurun sejak sebulan yang lalu," sebut Armen.

Hasil pengamatan teranyar menunjukkan Gunung Sinabung tidak erupsi lagi. Aktivitas kegempaannya juga lebih menurun. Data informasi dari alat pengukur EDM (electronic distance measurement) juga tidak menunjukkan deformasi besar dari pergerakan magma. Potensi bahaya dari gunung api ini pun menurun.

Penurunan status Gunung Sinabung juga akan diikuti dengan rekomendasi zona bahaya. "Ya nanti ada rekomendasi zona juga, sekarang kita belum tahu," sebut Armen.

Saat ini pada tingkat aktivitas Gunung Sinabung masih di Level III (Siaga), Badan Geologi KESDM merekomendasikan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi di dalam radius 3 Km untuk sektor Barat-Selatan, radius 5 Km untuk sektor Selatan-Timur, radius 4 Km untuk sektor Timur-Utara, dan radius 3 Km untuk sektor Utara-Barat dari puncak Gunung Sinabung.

Jika tingkat aktivitas ini kembali diturunkan, masyarakat atau pengunjung tetap diharapkan berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas pada zona yang ditentukan. Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker. Warga yang tinggal di aliran sungai berhulu di Gunung Sinabung juga diingatkan untuk mewaspadai bahaya banjir lahar.

Armen memaparkan, berdasarkan pengamatan hari ini pukul 00.06.00 Wib, cuaca di sekitar Gunung Sinabung cerah dan berawan suhu 15-18 C, angin bertiup lemah ke arah barat dan barat laut. Visual gunung api itu tertutup kabut, asap kawah tidak teramati. Kegempaan embusan dua kali dengan amplitudo 1-3 mm durasi 7-9 detik. Gempa low frekwensi 1 kali terjadi dengan amplitudo 1 mm dan durasi 6 detik. Lalu, gempa tektonik jauh satu kali dengan amplitudo 4 mm, S-P 19 detik dan durasi 58 detik.

Gunung Sinabung berada pada posisi koordinat 3°10' LU dan 98°23,5' BT, dengan ketinggian puncak 2.460 meter dari permukaan laut. Pada tanggal 3 November 2013, tingkat aktivitas Gunung Sinabung dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Karena peningkatan aktivitas vulkanik terus berlanjut, pada 24 November 2013 tingkat aktivitas Gunung Sinabung dinaikkan dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas).

Pada 8 April 2014 tingkat aktivitas Gunung Sinabung sempat diturunkan dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga). Namun aktivitasnya meningkat kembali, sehingga terhitung sejak 2 Juni 2015 Pukul 23.00 Wib statusnya dinaikkan dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas).

Gunung api Sinabung terdata sudah ribuan kali erupsi. Berdasarkan catatan pos pemantau, erupsi tertinggi terjadi pada 2013. Saat itu tinggi kolom abu mencapai 11 kilometer.

Keaktifan Gunung Sinabung sebelumnya tidak tercatat sejak 1600-an. Setelah ratusan tahun, letusan pertama terjadi pada 27 Agustus 2010. Erupsi hanya berlangsung hingga September.

Tiga tahun kemudian, pada September 2013, Gunung Sinabung kembali erupsi dan menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi hingga saat ini. Sejak 2 Juni 2015, status gunung ini dinaikkan ke level IV atau “Awas”.

Aktivitas Gunung Sinabung secara langsung telah mengambil korban jiwa sebanyak 28 orang. Para korban umumnya terpapar awan panas.

Setelah aktivitasnya menurun, tingkat aktivitas Gunung Sinabung diturunkan dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga) pada 20 Mei 2019 pukul 10.00 Wib. Dalam waktu dekat status ini diperkirakan akan diturunkan lagi. (mdk/lia)

Baca juga:
Kaki Gunung Sinabung Dibersihkan dari Material Banjir Lahar Dingin
Lahar Dingin Gunung Sinabung Banjiri Puskesmas dan Putuskan Akses Jalan di Karo
Penampakan Erupsi Mengerikan Gunung Sinabung
Warga Aceh Terdampak Hujan Abu Gunung Sinabung
Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Abu di Atas Puncak Capai 7.000 Meter
Gunung Sinabung Erupsi, Lontarkan Debu Setinggi 2,5 Km

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.