Stiker Negatif Covid-19 Ditempel di Kios Pedagang Pasar Raya Padang

Stiker Negatif Covid-19 Ditempel di Kios Pedagang Pasar Raya Padang
PERISTIWA | 5 Juni 2020 14:15 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Stiker bertuliskan 'pedagang ini negatif Covid-19' ditempelkan di tiap kios pedagang Pasar Raya Padang, Sumatera Barat. Stiker ditempelkan oleh Dinas Perdagangan Kota Padang.

"Benar, kami telah memasangkan lebih dari 200 stiker di setiap kios pedagang pasar raya Padang dengan tulisan pedagang ini sudah melakukan tes swab," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Andree H. Algamar, di Padang, Jumat (5/6).

Lebih lanjut ia mengatakan pemasangan stiker tersebut bertujuan untuk menghindari kekhawatiran setiap pembeli dan pedagang terhadap penularan Covid-19.

Pemasangan stiker akan terus dilakukan setelah tes swab selanjutnya selesai. "Pemeriksaan tes swab di pasar raya ini merupakan bekerja sama Dinas Perdagangan dengan Dinas Kesehatan Kota Padang," ujar dia.

Ia menjelaskan berdasarkan hasil tes swab dari laboratorium Unand tersebut para pedagang yang positif Covid-19 akan dikarantina sesuai standar kesehatan.

Kemudian pedagang yang hasil swabnya negatif akan tempelkan stiker di kios mereka masing-masing.

Andre juga menyebutkan dari 1.772 orang yang sudah melakukan tes swab di pasar raya Padang, hampir 70 sampai 80 persen hasil tes swab para pedagang negatif Covid-19. Bahkan juga terdapat 80 orang yang sudah sembuh.

Ia berharap dengan banyaknya pedagang yang mengikuti tes swab, maka semakin cepat diketahui jumlah yang positif dan negatif. Sehingga dapat memutus mata rantai pandemi Covid-19.

"Rencananya kami akan melakukan 2000 tes swab di pasar raya Padang, saat ini kami masih sedang mengumpulkan data dan akan melakukan tes swab berikutnya sampai akhir bulan ini. Saya berharap dengan adanya tes swab ini dapat memutuskan klaster Covid-19 di pasar raya Padang," kata dia menjelaskan.

Sementara itu, seorang pedagang sembako di pasar raya Padang Silma (40) mengatakan dia dan suaminya telah melakukan tes swab hidung dan tenggorokan yang diadakan Dinas Perdagangan bersama Dinas Kesehatan Kota Padang di pasar raya Padang beberapa waktu yang lalu.

"Alhamdulillah hasilnya negatif Covid-19 dan kios kami juga sudah ditempelkan stiker," kata dia.

Kendati demikian, ia mengeluhkan sampai saat ini kiosnya masih sepi pembeli. Hal itu disebabkan sejak ditetapkannya pasar raya sebagai klaster terbanyak penyebaran Covid-19.

"Sejak itu pembeli sangat sepi, bahkan nyaris tidak ada jual beli sama sekali," ujar dia. Seperti diberitakan Antara. (mdk/rhm)

Baca juga:
Wali Kota Bekasi Izinkan Warga Gelar Resepsi Pernikahan
Masa Transisi DKI, Anggota Komisi IX Minta Pemprov Awasi Kedisiplinan Warga
Label Hitam di Surabaya
Cerita Kepala Daerah di Jabar Gotong Royong Tangani Covid-19
Masih Zona Kuning Covid-19, Kabupaten Bogor Perpanjang PSBB Hingga 2 Juli
Tutup Tiga Bulan Akibat Pandemi, Istana Maimun Siap Dibuka dengan Terapkan New Normal
Peta Covid-19 di Surabaya Menghitam, Ini Tanggapan Pemkot

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agama Sejatinya Tidak Menyulitkan Umatnya - MERDEKA BICARA with Menteri Agama Fachrul Razi

5