Strategi Dinkes Kota Tasikmalaya Akselerasi Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia

Strategi Dinkes Kota Tasikmalaya Akselerasi Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia
Vaksin Covid-19 Lansia. ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 22 April 2021 00:28 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangkat menyebut bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan akselerasi vaksinasi kepada lansia (lanjut usia). Banyaknya jumlah lansia di Kota Tasikmalaya menjadi alasan dilakukannya kegiatan tersebut.

“Kita mengakselerasi vaksin untuk kategori lansia, puskesmas juga sekarang berjalan. Kita mencoba untuk akselerasi karena memang kemarin capaian kita untuk lansia masih rendah. Kita merangkul beberapa organisasi, termasuk organisasi yang mengelola lansia,” sebutnya, Rabu (21/4).

Uus mengatakan bahwa sasaran vaksinasi Covid-19 di Kota Tasikmalaya cukup tinggi. Oleh karena itu diharapkan setiap harinya meningkat jumlah lansia yang mendapatkan vaksinasi.

”Ada sekitar 73 ribu. Jadinya kita berharap dalam satu hari total, paling tidak target kita keinginannya 1000 orang Lansia perhari,” katanya.

Untuk stok vaksin di Kota Tasikmalaya, Uus mengungkapkan bahwa semua masih sesuai dengan perhitungan. Namun diperkirakan stok vaksin akan datang lagi untuk pelaksanaan kegiatan vaksinasi berikutnya.

Uus berharap besar agar distribusi vaksin Covid-19 ke daerah tidak terjadi keterlambatan karena saat ini kegiatan vaksinasi sedang diakselerasi. Menurutnya, kesuksesan penanggulangan Covid-10 melalui vaksinasi sejalan juga dengan kecepatan jumlah individu yang divaksinasi.

“Semakin cepat banyak yang divaksin, herd immunity semakin cepat. Ini yang harus kita sepakati bersama bahwa kecepatan pelaksanaan vaksin untuk seluruh masyarakat itu paling tidak 80 persen penduduk bisa kita imunisasi dengan cepat, maka insya allah herd immunity bisa cepat tercapai dan penanggulangan Covid-19 bisa berhasil dengan baik,” jelasnya.

Kegiatan akselerasi vaksinasi di bulan, diakui Uus, tidak akan menjadi masalah selama prosedur pemeriksaan yang disiapkan dilalui dengan baik. Hal tersebut pun berlaku untuk warga yang lanjut usia.

“Puasa itu hanya pindah jam makan, itu (vaksinasi) cukup aman. Walau tubuh kita sedang puasa, itu tidak masalah divaksin. Sampai dengan hari ini, KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi) di Kota Tasikmalaya tidak ada yang berat, yang sedang pun tidak ada,” tutup Uus. (mdk/ray)

Baca juga:
Jumlah Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Tercatat 11 Juta Orang
Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama Lansia di Jaksel Melonjak 27 Persen Dalam Dua Pekan
Sri Mulyani: Anggaran Vaksinasi Setara dengan Pembangunan 67.708 Sekolah
Lakukan Vaksinasi, Arie Kriting Ternyata Takut Jarum Suntik
Data Terbaru Penerima Vaksin Covid-19 di Indonesia Per 20 April 2021

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami