Strategi Wapres untuk Baznas agar Realisasi Zakat, Infak dan Sedekah Capai Target

Strategi Wapres untuk Baznas agar Realisasi Zakat, Infak dan Sedekah Capai Target
Wapres Maruf Amin. ©2022 Merdeka.com
NEWS | 20 April 2022 19:18 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan realisasi zakat, infak sedekah (ZIS) masih jauh dari potensi penerimaan yang diproyeksikan Rp327,6 triliun per tahun. Terlihat pada tahun 2021 jumlah ZIS yang tersalurkan mencapai lebih dari Rp70 triliun, tetapi pengumpulan ZIS melalui BAZNAS hanya mencapai Rp. 11,5 triliun.

"Karena sebagian besar penyaluran zakat masyarakat tidak dilakukan melalui organisasi pengelola zakat resmi," katanya saat memberikan sambutan dalam agenda optimalisasi pengumpulan zakat, infak sedekah (ZIS) dan peresmian gedung kantor Baznas, Jalan Matraman, Jakarta, Rabu (20/4).

Dia menuturkan perlu upaya ekstra untuk meningkatkan penghimpunan ZIS melalui BAZNAS. Dengan harapan target sebesar Rp26 triliun pada tahun 2022 dapat tercapai. Bahkan penghimpunan ZIS melalui BAZNAS berpotensi lebih tinggi lagi, seiring dengan membaiknya perekonomian nasional pasca pandemi.

"Saya berharap agar Kampanye Optimalisasi Pengumpulan Zakat, Infak, Sedekah dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya melalui BAZNAS, harus dilakukan secara lebih profesional," bebernya.

2 dari 2 halaman

Dia membeberkan pertama, perbaikan tata kelola ZIS yang profesional, transparan, dan akuntabel. Laporan aktivitas penghimpunan dan penyaluran ZIS oleh BAZNAS harus dapat diakses dengan cepat dan mudah oleh masyarakat.

"Utamanya untuk mendongkrak kepercayaan dan minat masyarakat untuk menyalurkan ZIS melalui OPZ resmi," ungkapnya.

Kemudian, kedua peningkatan sumber daya manusia atau amil zakat yang berintegritas dan mumpuni. BAZNAS harus menambah jumlah amil tersertifikasi, agar memenuhi kompetensi dan cakap dalam pengelolaan ZIS.

Ketiga, kata Ma'ruf peningkatan literasi masyarakat, khususnya dalam hal penyaluran ZIS. Sebagian muzaki masih cenderung menyalurkan langsung zakatnya kepada mustahik. Optimalisasi pengumpulan ZIS perlu memperluas literasi ZIS kepada muzaki.

"Keempat percepatan digitalisasi untuk mempermudah pengumpulan dan penyaluran ZIS. BAZNAS harus segera menghadirkan teknologi digital hingga ke tingkat pengelolaan ZIS terbawah. Digitalisasi mempengaruhi kecepatan, ketepatan, dan keluasan jangkauan," bebernya.

Kelima, memperluas media kampanye yang menjangkau berbagai kelompok masyarakat, baik kaum millennial, pelaku bisnis maupun dunia industri. BAZNAS diharapkan menghadirkan kampanye-kampanye ZIS yang kreatif dan inovatif melalui kanal digital dan media sosial.

Terakhir yang terpenting adalah penyaluran ZIS harus tepat sasaran dan berlandaskan data akurat, sehingga ZIS benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan. Sinergi BAZNAS dengan Kementerian Sosial untuk pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) harus dioptimalkan.

"Saya minta agar fungsi koordinasi BAZNAS dengan kementerian, lembaga, pemda, Lembaga Amil Zakat dan berbagai pemangku kepentingan lainnya terus diperkuat," jelasnya.

Ma'ruf yakin pengelolaan dana umat oleh BAZNAS akan semakin baik. Masyarakat yang terbantu melalui zakat, infak, dan sedekah bertambah banyak.

"Semoga usaha yang kita lakukan akan menjadi amal jariyah untuk kita semua," imbuhnya. (mdk/eko)

Baca juga:
Anies Puji Bazbas Bazis karena Zakat, Infaq dan Shadaqah di DKI Terus Meningkat
Jokowi: Pejabat Negara dan Perusahaan Swasta Segera Melakukan Zakat di Baznas
Presiden Jokowi Harap Zakat Dikumpulkan BAZNAS Bantu Warga Kesulitan Akibat Pandemi
Jelang Ramadan, Yayasan Raja Salman Gandeng Baznas Salurkan Bantuan Pangan
Baznas Tegaskan Bersih dari Kepentingan Politik
Ganjar sebut Baznas Berperan Penting dalam Pengentasan Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami