Suami-Istri di Bali Hilang Usai Hasil Rapid Test Reaktif Covid-19

Suami-Istri di Bali Hilang Usai Hasil Rapid Test Reaktif Covid-19
PERISTIWA | 3 Juni 2020 09:52 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Pasangan suami-istri dikabarkan kabur setelah mengetahui hasil rapid test reaktif Covid-19 di RS PTN Universitas Udayana (Unud), pada Senin (1/6) kemarin. Diketahui pasangan suami-istri itu asal Lampung. Namun, saat dilakukan rapid test hanya si istri yang reaktif dan suaminya nonreaktif.

"Si istri reaktif hasilnya, KTP-nya (asal) Lampung," kata Putu Gede Purwa Samatra selaku Direktur Utama RS PTN Unud saat dikonfirmasi, Rabu (3/6).

Ia juga menerangkan, awalnya pasangan suami istri minta diperiksa dan dirapid test. Kemudian, si istrinya reaktif dan suaminya negatif. Maka, sesuai protokol, jika hasilnya reaktif maka pasien diisolasi di UGD, lalu diedukasi rawat dan tes swab. Namun, suaminya tidak bersedia dan mengajak istrinya pulang.

Selanjutnya, pasangan suami istri itu menghilang dan tidak bisa lagi dihubungi nomor handphonenya.

"Suaminya tidak terima dan mengajak istri pulang naik motor, dan hilang tidak bisa dikontak lagi," ujar Samatra.

Ia juga menyampaikan, keduanya tidak ada keluhan sama sekali saat rapid test dan diduga hasil rapid tes akan digunakan untuk perjalanan ke luar Bali. Namun, atas menghilangnya pasangan suami-istri itu pihaknya telah melaporkannya ke Satgas Covid-19 Badung, Bali. (mdk/eko)

Baca juga:
Update RSD Wisma Atlet: Pasien Positif Berkurang, Tak Ada ODP
Kasus Covid-19 di Teluk Bintuni Papua Barat Diperkirakan Turun Akhir Juni
Istri Stroke Dimakamkan Khusus Pasien Covid-19, Warga Gowa Gugat Gugus Tugas
Upaya Risma Putus Rantai Penyebaran Covid-19 di Surabaya
Pengalaman Mengerikan Tung Desem Positif Corona: Menggigil-Tak Bisa Napas Hampir Mati
Tes Covid-19 Massal di Wuhan Tak Temukan Kasus Baru, Tapi Ada 300 Orang Tanpa Gejala

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menolak Bahaya Lebih Baik Daripada Mengejar Manfaat

5