Suap Jual Beli Jabatan, Bupati Nonaktif Kudus Segera Disidang di PN Semarang

PERISTIWA | 22 November 2019 20:56 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan berkas penyidikan Bupati nonaktif Kudus M. Tamzil dalam kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus tahun 2019. Selain M. Tamzil, penyidik juga merampungkan berkas tersangka Staf Khusus Bupati Kudus, Agus Soeranto (ATO).

"Hari ini dilakukan pelimpahan berkas, barang bukti dan tahap 2 untuk tersangka MTZ (Bupati Kudus periode 2018-2023) dan ATO," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (22/11).

Dalam merampungkan berkas keduanya, tim penyidik sudah memeriksa 85 saksi dari berbagai unsur, di antaranya Plt. Bupati Kudus, Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kab. Kudus Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kab. Kudus.

Kemudian Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan Dan Olah Raga Kab. Kudus Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan Dan Olah Raga Kab. Kudus, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Rektor Universitas Muria Kudus Universitas Muria Kudus, Anggota DPRD Kab. Kudus, Direktur Utama PDAM Kab. Kudus, Wiraswasta, dan Swasta

"Rencana sidang akan dilakukan di PN Semarang," kata Febri.

1 dari 1 halaman

Jual Beli Jabatan

KPK menetapkan Tamzil sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kudus tahun anggaran 2019. Ini merupakan kali kedua Tamzil terjerat kasus korupsi. Tamzil pernah terjerat kasus korupsi dana bantuan sarana dan prasaran pendidikan Kabupaten Kudus tahun anggaran 2004 - 2005.

Tamzil ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus pada September 2014. Saat berperkara, Tamzil menjabat staf di Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Jawa Tengah.

Saat itu Tamzil melakukan tindak pidana korupsi bersama mantan Kadispora Kudus Ruslin dan Direktur PT Ghani & Son Abdul Ghani. Pada Februari 2016, Tamzil divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor Semarang dan dijatuhi hukuman 22 bulan penjara denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Sementara dalam kasus dugaan suap jual beli jabatan, Bupati Tamzil dijerat bersama dua orang lainnya. Yakni Staf Khusus Bupati Kudus Agus Soeranto, dan pelaksana tugas Sekretaris Dinas Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Akhmad Sofyan.

Bupati Tamzil menerima uang suap Rp250 juta dari Akhmad Sofyan melalui stafsus Bupati untuk kepentingan membayar mobil Terrano.

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com (mdk/noe)

Baca juga:
KPK Periksa Staf Khusus Bupati Kudus
Hakim Ketua yang Mengadili Kasus Suap Bupati Kudus Meninggal
Jadi Saksi Kasus Suap, Bupati Kudus Mengaku Dimanfaatkan 2 Staf
KPK Periksa Plt Sekretaris DPPKAD Terkait Kasus Suap
Bupati Kudus Jalani Pemeriksaan Lanjutan
Ekspresi Bupati Kudus Muhammad Tamzil Usai Diperiksa KPK