Suap Rommy dan Beri Uang ke Menag, Kakanwil Kemenag Jatim Dituntut 3 Tahun Penjara

PERISTIWA | 17 Juli 2019 19:40 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Jaksa penuntut umum pada KPK menuntut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa TimurHaris Hasanuddin pidana penjara selama tiga tahun. Dia dianggap terbukti menyuap Romahurmuziy atau Rommy sebagai anggota DPR sekaligus Ketua Umum PPP untuk pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama.

"Menuntut agar majelis hakim memutuskan menyatakan Haris Hasanuddin bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Menuntut, menjatuhkan pidana penjara selama tiga tahun, pidana denda Rp 200 juta atau subsider lima bulan kurungan," ucap jaksa Ni Nengah Gina Saraswati saat membacakan tuntutan Muafaq di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (17/7).

Dalam pertimbangan yang dibacakan Jaksa Abdul Basir, Haris menggelontorkan uang kepada Rommy secara bertahap guna pemulus untuk mengisi jabatan sebagai Kakanwil Jatim. Pemberian suap bertahap terjadi di kediaman Romi, Condet, Jakarta Timur. Pada 6 Januari 2019, dia memberi politisi PPP itu uang sebesar Rp5 juta.

"Pada tanggal 6 Februari 2019 bertempat di rumah Muhammad Romahurmuziy terdakwa memberikan uang sejumlah Rp250 juta," ujar jaksa.

Sementara pemberian uang ke Menag Lukman Hakim seluruhnya berjumlah Rp70 juta. Haris memberi uang kepada Lukman sebanyak dua tahap, Rp50 juta dan Rp20 juta. Lukman Hakim yang menjadi saksi dalam persidangan, membantah penerimaan suap. Namun jaksa mengesampingkan keterangan tersebut.

"Menurut penuntut umum keterangan saksi Lukman Hakim tersebut hanya merupakan tambahan sepihak karena bertentangan dengan alat alat bukti," tandasnya.

Dalam seleksi Kakanwil Kemenag Jatim sedianya Haris Hasanuddin tidak lolos seleksi karena masih menjalani proses sanksi. Namun Rommy meminta agar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tetap meloloskan Haris.

Diloloskannya Haris dalam pencalonan juga mendapat teguran dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) yang menilai Haris tidak layak lolos seleksi.

Dalam sidang juga terungkap bahwa Haris mendatangi Ketua DPW PPP Jatim, Musyaffa meneruskan pesan kepada Rommy agar membantunya lolos seleksi.

Berdasarkan surat dakwaan, Haris pernah datang langsung ke kediaman Rommy di Condet, Jakarta Timur, sambil membawa uang Rp250 juta. Uang tersebut kemudian dianggap jaksa sebagai bentuk suap.

Haris pun saat ini berstatus terdakwa. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, itu didakwa menyuap anggota DPR 2014-2019 sekaligus Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy berupa uang Rp325 juta.

Dalam surat dakwaan, Haris juga disebut memberi uang dengan total Rp70 juta kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Tujuannya agar lolos seleksi pencalonan Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim. Sejatinya, Haris tidak lolos persyaratan administrasi.

Atas perintah Rommy sebagai atasan di struktural partai, Menag Lukman membuat Haris lolos seleksi dan terpilih sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim. Bahkan dalam satu pertemuan, Lukman mengatakan siap pasang badan untuk Haris. Atas pernyataan tersebut, Haris memberi Rp50 juta kepada Lukman.

Beberapa hari kemudian Haris kembali merogoh kocek Rp20 juta untuk diserahkan kepada Lukman melalui Herry Purwanto sebagai bagian komitmen fee yang telah disiapkan.

Atas perbuatannya, Haris dituntut telah melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi Jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

Baca juga:
Kakanwil Kemenag Gresik Dituntut 2 Tahun Penjara
Staf Khusus Menteri Agama Bersaksi di Sidang Suap Seleksi Pengisian Jabatan
Demi Kasih Uang ke Romahurmuziy dkk, Kakanwil Gresik Jual Innova Rp230 Juta
Kakanwil Gresik Beberkan Aliran Uang Suap, untuk Rommy Rp50 Juta
Dua Terdakwa Suap Seleksi Pengisian Jabatan Kemenag Jalani Sidang Lanjutan
Rommy Ajukan Wakil Sekretaris DPP PPP Jadi Stafsus Menag

(mdk/noe)