Suasana PSBB di Bandung Jelang Lebaran, Warga Antre di Outlet Baju Hingga Kantor Pos

Suasana PSBB di Bandung Jelang Lebaran, Warga Antre di Outlet Baju Hingga Kantor Pos
PERISTIWA | 21 Mei 2020 20:45 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Menjelang Lebaran, outlet pakaian di Kota Bandung dipenuhi warga yang berbelanja di tengah kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kondisi yang sama juga terlihat saat pembagian bantuan sosial di mana warga yang mengantre tampak mengabaikan penerapan protokol kesehatan seperti physical distancing (jaga jarak fisik).

Suasana ramainya outlet pakaian terpantau terjadi di Jalan Trunojoyo. Anak-anak muda memadati depan toko.

Rata-rata, pengurus toko menerapkan aturan maksimal lima orang yang bisa masuk secara bergiliran. Namun, tidak ada penjagaan ketat dalam antrean. Banyak di antara mereka mengetahui mengenai pemberlakuan PSBB.

Salah seorang pengunjung, Rahmat Hidayat (24) mengaku sengaja datang untuk membeli pakaian baru. Apalagi, menjelang akhir bulan Ramadan, banyak toko yang memberikan diskon besar.

"Baru gajian dan dapat THR dari tempat kerja. Tahu masih PSBB, tapi bosan juga kan di rumah, WFH (work from home), udah lama enggak keluar," ucap dia.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Tantribum Satpol PP Kota Bandung, Taspen Efendi, menegaskan toko pakaian, termasuk yang ada di Jalan Trunojoyo tidak boleh beroperasi. Para pengusaha diimbau memaksimalkan penjualan secara daring (online).

"Kami sudah memberikan imbauan agar distro ditutup untuk sementara waktu. Kalau bandel, nanti ada risikonya," tegas dia.

1 dari 1 halaman

Pembagian Bansos Dipadati Warga

Terpisah, distribusi bantuan sosial tunai di Kantor Pos, Jalan Jakarta Kota Bandung juga didatangi banyak warga. Protokol kesehatan seperti jaga jarak tidak diterapkan secara maksimal.

keramaian di bandung saat psbb

Hal itu terlihat dari antrean yang berhimpitan satu sama lain. Banyak di antara mereka adalah sudah berusia lanjut. Informasi dihimpun, mereka sudah memenuhi area tersebut dua jam sebelum jam operasional buka pada pukul 08.00 WIB.

Pembagian bantuan sosial tunai itu untuk warga tiga kelurahan. Yakni ‎614 orang untuk warga Kelurahan Kebonwaru, 233 orang untuk warga Kelurahan Kacapiring dan 499 orang untuk warga Kelurahan Maleer.

Salah seorang warga, Agus (49) mengakui tidak ada instruksi protokol kesehatan yang tegas. Ia terpaksa tidak bisa menjaga jarak dengan yang lain karena takut antreannya tersalip.

"Khawatir (ada covid-19) sih, tapi mau bagaimana, saya butuh. Bantuan Rp600 ribu sangat berarti buat saya. Apalagi kerja sudah ga bisa," kata dia.

Di tempat yang sama, Nanih (60) mengaku memaksakan diri datang karena mendapat informasi dari ketua RW pembagian bansos hari ini adalah hari terakhir. "Katanya tidak boleh diwakilkan, jadi saya datang. Takut gak kebagian,"ucap dia singkat.

Padahal, menurut petugas PT POS yang enggan disebut namanya, pembagian bantuan sosial masih bisa dilakukan pada Jumat (22/5/2020). Jika tetap tidak bisa, maka pengambilan bantuan bisa dilakukan setelah Lebaran. (mdk/lia)

Baca juga:
PSBB, Pengendara Wajib Tunjukkan Surat Izin Keluar Masuk Ibu Kota
Kepala Bappenas Sebut Jakarta Sudah Masuk Kriteria Pelonggaran PSBB
Insiden Adu Pukul Pelanggaran PSBB di Surabaya Berujung Laporan Polisi
Menteri Suharso: Pemerintah Belum Menyatakan Ada Pelonggaran PSBB
Alasan Kondisi Ekonomi, Pemkot Surabaya Perbolehkan Pusat Elektronik Buka
Ini Aturan Naik Pesawat Komersil Selama PSBB

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Alur BLT Dana Desa Hingga ke Tangan Warga - MERDEKA BICARA with Mendes Abdul Halim Iskandar

5