Suasana RM Nelayan, Restoran Disebut-sebut TKP Gubernur Sulsel Dicokok KPK

Suasana RM Nelayan, Restoran Disebut-sebut TKP Gubernur Sulsel Dicokok KPK
RM Nelayan yang disebut sebagai lokasi penangkapan Gubernur Sulsel oleh KPK. ©2021 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari
PERISTIWA | 27 Februari 2021 13:43 Reporter : Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah Cs disebut-sebut dicokok penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di sebuah rumah makan. Restoran itu bernama RM (Rumah Makan) Nelayan yang terletak di jl Ali Malaka, Makassar, Sabtu dini hari tadi, (27/2).

Pantauan Merdeka.com di lokasi, restoran khas masakan boga bahari itu tetap ramai pengunjung. Tidak ada yang berbeda setelah beredar adanya tangkapan penyidik KPK di lokasi.

Tidak nampak garis polisi yang dipasang atau tanda-tanda lain bahwa di tempat itu sudah jadi tempat penangkapan orang nomor satu di Sulsel.

Johan, (36), anak pemilik restoran saat ditemui siang ini mengaku kaget, tempat usahanya itu disebut-sebut telah jadi lokasi penangkapan orang penting oleh tim KPK dini hari tadi.

"Yah saya kaget karena semalam tidak ada kejadian apa-apa. Apalagi katanya kejadian jam 01.00 Wita dini hari, karena di sini sudah tutup jam 22.00 Wita. Dulu jam buka itu pukul 10.30 Wita hingga pukul 22.00 Wita. Sejak pandemi, jam tutupnya dipercepat setengah jam yakni 21.30 Wita. Betul-betul sudah tidak ada aktivitas, pukul 22.00 Wita karena pegawai sudah pulang semua. Juga tidak ada tamu yang membooking khusus ruangan semalam," beber Johan.

Nurdin Abdullah Langganan, Hoby Ikan Goreng Asam

Dia tegaskan, semalam tidak ada orang-orangnya Gubernur Sulsel dan juga Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah yang datang.

Diakui, rumah makannya ini langganan Nurdin Abdullah sejak dulu, sebelum Gubernur Sulsel ini jadi Bupati Bantaeng dan Gubernur Sulsel.

"Sebelum jadi pejabat, Bapak Nurdin Abdullah langganan makan di sini. Paling suka ikan goreng asam. Tapi semalam, beliau tidak datang, juga orang-orangnya tidak ada, apalagi disebut-sebut ada penangkapan. Terakhir beliau makan di sini itu sehari sebelum imlek," ungkap Johan.

Hal senada juga diungkap Rahmat, tukang parkir di sekitar rumah makan itu. Disebutnya, tidak ada kejadian semalam.

Yanti, (45), warga lorong 288 A, jl Ali Malaka juga mengatakan, setahu dirinya, RM Nelayan selalu tepat waktu tutup warung.

"Saya tiba di rumah pukul 22.00 Wita semalam, rumah makan ini sudah tutup. Sepupu saya, satpol PP juga selesai piket dan pulang rumah pukul 01.00 Wita, tidak melihat sesuatu terjadi. Tapi entahlah kalau ternyata ada kejadian yang saya tidak sempat lihat," tutur Yanti, warga yang rumahnya di lorong sebelah RM Nelayan itu. (mdk/rhm)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami