Lokalisasi Kramat Tunggak

Sudah berdiri Islamic Centre, masih ada PSK di Kramat Tunggak

Sudah berdiri Islamic Centre, masih ada PSK di Kramat Tunggak
PERISTIWA | 20 September 2015 06:15 Reporter : Muchlisa Choiriah

Merdeka.com - Dulu nama Kramat Tunggak identik dengan lokalisasi terbesar di Jakarta. Sejak zaman Gubernur Sutiyoso, kawasan lokalisasi digusur dan diganti menjadi Jakarta Islamic Centre.

jakarta islamic centre

Waktu itu lokalisasi di wilayah Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, diisi lebih dari 2.000 orang PSK. Mereka dikendalikan 285 mucikari pemilik rumah bordil.

"Kampung ini sempat kan rusak, karena dulu kan pernah ada bayi dijual oleh warga di sini. Kemudian di sini kan perilaku abnormal banyak pekerja seks komersial di Kramat Tunggak, dan orang-orang itu sebagian tinggal di wilayah ini juga," Kata Ketua RW 019, Kampung Beting Remaja, Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Richardo Hutahaean saat ditemui, Rabu (16/9).

Dulu moral warga di sekitar lokalisasi hancur lebur. Sebagian PSK tak dapat kos di kawasan lokalisasi, sehingga tinggal bercampur dengan warga. Mereka memberikan keuntungan ekonomi karena langganan makan dan cuci baju pada warga sekitar. Karena itu kehadiran para PSK malah disambut baik oleh warga.

Ricardo ingat betul bagaimana dulu situasi lokalisasi yang dibangun di era Bang Ali tersebut. Kawasan itu tak berhenti berdenyut oleh musik dangdut, alkohol dan rayuan para penjaja cinta.

Bagaimana dengan sekarang?

"Untuk para pekerja (PSK) itu bisa dibilang sampai saat ini masih ada dan beroperasi," Kata Richardo.

Meski terbilang masih beroperasi, Richardo menyampaikan jumlahnya tak besar. Dirinya menjelaskan, ke 50 PSK tersebut mencari pelanggan dari luar wilayah Jakarta Utara, seperti luar kota atau mancanegara.

"Masih ada beberapa tempat lokalisasi seperti kost-kostan, hotel. Kalau di sini ada, di RT 10. Tapi enggak banyak. Dan itu sedang dalam pendekatan kami untuk mereka meninggalkan pekerjaannya," tuturnya.

Di daerah Semper Barat juga masih bisa ditemui PSK tersebut. "Islamic kan Gang 8, nah ada gang 6 tuh. Nah itu sepanjang gang 6 hotel esek-esek semua," tutupnya.

Benar kata orang. Selama masih ada pria hidung belang, prostitusi tak pernah mati. (mdk/ian)

Cerita PSK Kramat Tunggak jual nasi uduk dan jadi tukang cuci

Kisah pria-pria peliharaan PSK di Kramat Tunggak

Kisah PSK Kramat Tunggak kesurupan karena belajar ilmu hitam

PSK Kramat Tunggak percaya berhubungan saat haid bikin pacar setia

Ini pengakuan PSK yang dulu jual diri di Kramat Tunggak

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami