Sudah Lunas dan Telah Divaksin, 29.916 Caljah di Jateng Tertunda ke Tanah Suci

Sudah Lunas dan Telah Divaksin, 29.916 Caljah di Jateng Tertunda ke Tanah Suci
Jemaah haji tawaf menjaga jarak di Masjidil Haram. ©2020 Saudi Ministry of Media/Handout via REUTERS
PERISTIWA | 3 Juni 2021 21:00 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Sebanyak 29.916 calon jemaah haji asal Jawa Tengah dipastikan tertunda berangkat ke Tanah Suci Makkah menyusul keputusan pemerintah membatalkan pemberangkatan jemaah ibadah haji tahun 2021.

"Dari total 39.377 calon jemaah yang mengurus pemberangkatan ibadah haji, ada 29.916 orang sudah melunasi biayanya sejak tahun 2020 sebesar Rp36 juta. Kalau situasi tidak pandemi Covid-19 mereka sudah berangkat sekarang. Tapi dengan keputusan Kemenag, maka proses pemberangkatan mereka di tahun ini harus ditunda," kata Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jateng Musta’in Ahmad saat dikonfirmasi, Kamis (3/6).

Pembatalan pemberangkatan calon jemaah haji batal ini yang kedua kali di Indonesia. Sebelumnya, pada tahun 2020 lalu, pemerintah juga tidak memberangkatkan calon jemaah haji ke Tanah Suci.

Musta’in memaparkan, seluruh calon jemaah yang diperkirakan akan diberangkatkan tahun ini sudah disuntik vaksin jenis Sinovac sepanjang 2021.

"Semua sudah disuntik vaksin. Jadi kalau alasan pembatalan karena vaksin jelas tidak ada kaitannya dengan vaksin. Karena, WHO juga sudah memperbolehkan vaksin Sinovac," ungkapnya.

Dia mengimbau calon jemaah untuk legawa menerima keputusan Kementerian Agama. Pembatalan ini dengan pertimbangan kesehatan, karena situasi masih pandemi Covid-19.

"Keputusan ini sudah dipertimbangkan matang dengan melihat berbagai aspek. Walaupun terasa pahit, tapi segala sesuatu bagi mukmin mesti bersyukur menerima kenyataan ini agar menjadi orang yang baik. Kita harus menerima ujian ini dengan sabar. Jadi kita berharap calon jemaah yang tertunda keberangkatannya mudah-mudahan bisa berangkat tahun 2022," jelasnya.

Pihaknya memberikan dua pilihan bagi calon jemaah yang gagal berangkat haji. Pilihan pertama, calon jemaah diizinkan menarik uang biaya haji sebanyak Rp36 juta dengan catatan nomor antreannya hangus.

"Jika mendaftar lagi, calon haji harus menunggu selama 28 tahun. Pilihan kedua, calon jemaah diizinkan menarik uang pelunasannya saja. Jika ingin berangkat haji di tahun depan, mereka tinggal melunasi kekurangan biayanya saja sekitar Rp11 juta," pungkasnya.

Seperti diberitakan, pemerintah telah memutuskan untuk tidak mengirim jemaah ibadah haji pada 2021. Keputusan ini disampaikan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Kamis (3/6) siang.

Pertimbangan pemerintah antara lain karena pandemi covid-19 yang belum usai di berbagai belahan dunia, termasuk Arab Saudi, sehingga mengancam keselamatan jiwa. (mdk/yan)

Baca juga:
Cak Imin Dukung Pemerintah Tak Berangkatkan Haji, Keselamatan Jiwa Jadi Prioritas
MUI Minta Jemaah Haji Bersabar: Dalam Pandemi Menyelamatkan Jiwa Wajib Diutamakan
PBNU Soal Tak Ada Pemberangkatan Haji Tahun Ini: Kita Ambil Hikmahnya
Menag Pastikan Penyelenggaraan Haji 2021 Dibatalkan
Menag: Belum Ada Negara yang Mendapat Kuota Haji dari Arab Saudi
BPKH: Seluruh Dana Jemaah Haji Dikelola Aman dan Ditempatkan di Bank Syariah

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami