Sudah Tiga Bulan, 19 Kecamatan di Lebak Alami Krisis Air Bersih

PERISTIWA | 21 September 2019 10:47 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak menyebutkan sebanyak 19 kecamatan di daerah itu mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang.

"Kami terus mengoptimalkan pendistribusian air bersih ke permukiman penduduk," kata Kepala Seksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak, Madias di Lebak, Sabtu (21/9) seperti dikutip Antara.

Masyarakat yang dilanda krisis air bersih itu tersebar di 19 kecamatan yakni Kecamatan Sajira, Cipanas, Bojongmanik, Leuwidamar, Cirinten, Warunggunung, Gunungkencana, Cihara, Wanasalam dan Panggarangan.

Lalu Kecamatan Bayah, Cigemblong, Cijaku, Cilograng, Cimarga, Muncang, Bayah, Cilograng dan Cibadak.

Mereka mendapatkan air untuk keperluan mandi, cuci dan kakus (MCK) terpaksa memanfaatkan aliran sungai juga membuat lubang di tepi sekitar aliran sungai guna menampung air.

Selain itu, juga mereka mengantre sejak dini hari di lokasi sumber mata air setempat dan juga ada memanfaatkan air kolam dengan kondisi berubah warna hingga hijau.

Selama ini, tambahnya krisis air bersih di Kabupaten Lebak berlangsung sejak tiga bulan lalu.

Karena itu, BPBD Lebak menetapkan status siaga bencana kekeringan dengan menyalurkan bantuan pendistribusian air bersih.

"Kami minta masyarakat jika mengajukan permohonan pendistribusian air bersih agar diketahui aparat desa dan kecamatan, karena menggunakan dana pemerintah," lanjutnya.

Menurut dia, diperkirakan masyarakat yang dilanda krisis air bersih jumlah daerahnya bertambah. Sebelumnya, kata Madias kecamatan yang mengalami krisis air bersih tersebar di 17 kecamatan, terlebih curah hujan hingga kini belum turun.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, tambahnya pendistribusian dilakukan secara bergiliran karena terbatasnya angkutan kendaraan tangki.

BPBD hari ini menyalurkan air bersih ke wilayah Lebak bagian tengah meliputi Kecamatan Cimarga, Bojongmanik, Leuwidamar dan Cirinten. "Kami menyalurkan pasokan bantuan air bersih ke daerah itu sebanyak 24 ribu liter dan mencukupi untuk tiga hari ke depan," ujarnya.

Sejumlah warga Kecamatan Cimarga Kabupaten Lebak mengaku bahwa masyarakat merasa lega setelah mendapat bantuan air bersih dari tangki BPBD setempat. Selama ini, warga di sini sudah biasa jika musim kemarau dilanda krisis air bersih.

"Kami berharap setiap pekan mendapatkan bantuan air bersih untuk kebutuhan MCK," kata Samsudin, warga Desa Girijaya Kecamatan Cimarga Kabupaten Lebak.

Baca juga:
Kemarau Panjang, Warga Darul Imarah Aceh Mengalami Krisis Air
Kemarau Panjang, Sebagian Warga di Aceh Besar Mengalami Krisis Air
Bengawan Solo Tercemar Alkohol, Pengusaha Ciu Didata
Kekeringan di Ponorogo Meluas, 6 Kecamatan Kekurangan Air Bersih
Pasokan Air Bersih Menipis, Karyawan PDAM Solo Gelar Salat Minta Hujan
Air Bengawan Solo Kembali Tercemar Ciu, PDAM Hentikan Operasional

(mdk/bal)