Suhu Ekstrem di Lanny Jaya dan Nduga Papua Capai 8 Derajat Celsius

PERISTIWA | 15 Juli 2019 10:30 Reporter : Liputan6.com

Merdeka.com - Suhu udara di wilayah pegunungan Papua turun hingga 8 derajat celsius, seperti di Kota Jayawijaya, Kabupaten Lanny Jaya, dan Kabupaten Nduga. Prakirawan di Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wamena Laura Silfa Mahareta Ronggiare mengatakan, pancaroba itu lebih terasa di Kabupaten Lanny Jaya dan Nduga.

"Yang lebih ekstrem dari Jayawijaya adalah Lanny Jaya dan Nduga, itu bisa turun menjadi 8-9 derajat celsius," katanya saat di Wamena, Minggu (14/7).

Data BMKG menyebutkan tiga hari terakhir suhu pagi hari di Jayawijaya, Papua turun menjadi 11,4 derajat celsius dan maksimum 25 derajat celsius.

"Suhu normal di Jayawijaya mulai dari 16-28 derajat celsius," katanya dilansir Antara.

Perubahan cuaca yang terjadi sebelum memasuki musim kemarau ini diprediksi berlangsung Juli hingga September.

"Memasuki musim kemarau, diawali dengan pancaroba di mana peralihan dari musim hujan ke kemarau yang cukup ekstrem," katanya

Penurunan suhu udara di Jayawijaya itu diprediksi bisa saja menurun lagi hingga 10 derajat celsius. "Hal seperti ini pernah terjadi di Wamena, Papua tahun 2015 yang turun hingga 6 derajat celcius, sehingga memang perlu kewaspadaan," katanya. (mdk/cob)

Baca juga:
Cuaca Buruk, 3 Penerbangan Tujuan Samarinda Dialihkan ke Balikpapan
Gelombang Laut Capai 4 Meter di Bali, BMKG Keluarkan Peringatan Dini
Cuaca Panas Sebabkan Berton-ton Ikan Mati di Prancis
Fenomena Langka Es Setebal 1,5 Meter Selimuti Kota di Meksiko
Embun Upas Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Gunung Bromo dan Puncak Semeru
Suhu di Bali Belakangan Terasa Dingin, Ini Penjelasan BMKG

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.