Sukseskan Gerakan Ayo Haji Muda, Anak Usia 6 Tahun Sudah Bisa Daftar Haji

Sukseskan Gerakan Ayo Haji Muda, Anak Usia 6 Tahun Sudah Bisa Daftar Haji
PERISTIWA | 14 Januari 2021 02:02 Reporter : Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com - Gerakan 'Ayo Haji Muda' yang sedang digaungkan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bertransformasi menjadi tiga segmen pada tahun 2021. Sebelumnya pada tahun 2018 lalu gerakan ini hanya ada satu segmen yakni Haji usia muda saja.

Anggota Badan Pelaksana BPKH, Iskandar Zulkarnain menjelaskan ketiga segmen tersebut. Yang pertama yakni haji usia dini, haji usia muda, dan haji eksekutif. Pada haji usia dini, usia minimal bisa mendaftar haji yaitu enam tahun.

"Yang pertama itu Haji Usia Dini, mulai 6 tahun sudah bisa mendaftar. Tadinya kan usia 12 tahun baru bisa daftar," kata Iskandar saat media briefing BPKH, Rabu (13/1).

Selanjutnya yaitu Haji Muda, segmennya siswa SMA, mahasiswa, atau para karyawan baru. Terakhir, Haji Eksekutif. Segmennya yakni para orang tua berusia yang sudah mapan namun baru ingin mendaftar haji di usia 40 tahun ke atas.

Segmen eksekutif ini akan diarahkan mendaftar ke haji khusus yang antreannya hanya 5 tahun, bukan yang waktu tunggunya belasan hingga puluhan tahun.

"Segmen kedua yaitu haji muda itu sendiri, nah segmen ketiga, yaitu masyarakat yang baru sadar, baru ingat, atau baru tergugah di usia 45 tahun. Mereka kita arahkan ke haji khusus karena mereka kemampuannya pasti lebih dari yang regular," kata Iskandar.

Iskandar kemudian menjelaskan dasar dari transformasi ketiga segmen gerakan haji muda ini. Dasarnya yakni menyelaraskan antara Fatwa MUI pada Musyawarah Nasional ke-10 dengan Panja Komisi VIII DPR RI.

"MUI mengeluarkan 3 fatwa. Pertama tentang pendaftaran haji usia dini. Kedua fatwa tentang pembayaran setoran awal haji dengan utang atau pembiayaan namun syaratnya mampu dilunasi. Ketiga, bagi orang yang mampu pergi haji, maka tidak boleh ditunda," ujarnya.

"Jadi selaras, antara Panja Komisi VIII DPR dengan Fatwa MUI," kata Iskandar.

Iskandar yakin, transformasi ketiga segmen tersebut bisa menyukseskan Gerakan Ayo Haji Muda. Selain itu, hadirnya PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) juga membuat BPKH semakin yakin bahwa program Gerakan Ayo Haji Muda bisa semakin sukses di tahun 2021 ini.

Iskandar mengatakan, ketiga tiga bank syariah BUMN ini memiliki pangsa lebih dari 50 persen dari dana kelolaan yang penempatannya di bank syariah.

"Kami mengharapkan kinerja bank merger tersebut menjadi lebih baik. Koordinasi lebih mudah, produk-produknya lebih kreatif. Terutama untuk mendukung gerakan Haji Muda," kata Iskandar.

"Dengan mergernya ketiga bank itu, tentunya akan meningkatkan pelayanan kepada para milenial yang akan mewujudkan ibadah haji," lanjut Iskandar.

Seperti yang diketahui, Bank Syariah Indonesia (BRIS) adalah nama baru PT Bank BRIsyariah Tbk, bank penerima penggabungan. Proses merger melibatkan BRIsyariah, BNI Syariah, dan Mandiri Syariah

BRIS akan efektif beroperasi pada 1 Februari 2021. Bank ini digadang memiliki aset total Rp214,6 triliun dengan modal inti lebih dari Rp20,4 triliun. (mdk/bal)

Baca juga:
Mendag: Jangan Sampai Jemaah Haji Indonesia Bawa Oleh-Oleh Buatan China
Dorong Ekspor ke Arab Saudi, Mendag Lutfi Mau UMKM RI Naik Kelas
Pemerintah Tambah Porsi Makan Jemaah Haji Menjadi 85 Kali Mulai 2021
Pemerintah Sinergi Penuhi Kebutuhan Jemaah Haji dan Umrah di Arab Saudi
Ini 5 Produk UMKM untuk Pangsa Pasar Jemaah Haji dan Umrah Indonesia
Ekspor UMKM RI Didorong Melalui Dukungan Penyediaan Kebutuhan Jemaah Haji dan Umrah

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami