Sultan Hamengkubuwono X Berharap Tak Ada Lagi OTT KPK di Yogyakarta

PERISTIWA | 20 Agustus 2019 16:21 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X angkat bicara mengenai OTT KPK yang menjaring jaksa dan aparatur sipil negara (ASN) di wilayah Yogyakarta. Dia berharap agar OTT yang melibatkan jaksa dan ASN di wilayah DIY ini menjadi yang pertama dan terakhir.

"Kalau saya ya harapan saya, ini yang pertama dan terakhirlah. Jangan sampai terjadi lagi," katanya di Alun-alun Gunungkidul, Selasa (20/8).

Sultan Hamengkubuwono X sendiri mengaku jika belum mendapatkan informasi resmi terkait OTT KPK. Termasuk siapa sosok ASN yang terjaring OTT KPK.

"Saya enggak tahu persis apakah betul apa tidak itu kota Madya ya? Saya enggak tahu persis ya. Apakah betul atau tidak (ASN yang terjaring OTT adalah pegawai Pemkot Yogyakarta),ya karena itu institusi," ungkapnya.

Dia menyesalkan, terjadinya OTT KPK yang diduga menyeret anggota Tim Pengawalan, Pengamanan, Pemerintahan, dan Pembangunan Pusat-Daerah (TP4D). Menurut Sultan Hamengkubuwono X, tim TP4D berfungsi untuk mengontrol agar tak terjadi korupsi di proyek-proyek pembangunan di daerah.

"Ya sebetulnya kan itu tim. Kalau betul TP4D, itu (tim TP4D) bagian mengontrol. Mestinya tidak terjadi hal itu. Saya kira ya bukan berarti tidak ada penyalahgunaan ternyata terjadi penyalahgunaan," tutup Sultan Hamengkubuwono X.

Baca juga:
KPK Segel Ruangan di Pemkot Yogyakarta Terkait OTT Jaksa
Kejati Benarkan Jaksa Terjaring OTT KPK Bertugas di Yogyakarta
Terkait OTT Jaksa di Yogya, KPK Segel Sebuah Rumah di Solo
Jaksa Terjaring OTT di Yogyakarta Dibawa Ke Gedung KPK
KPK Segel 3 Lokasi Terkait OTT Jaksa di Yogyakarta, Salah Satunya Kantor Dinas PU
OTT Jaksa di Yogya, KPK Numpang Periksa 5 Orang di Polres Surakarta
Kejati DIY Cari Jaksa yang Disebut Ditangkap KPK

(mdk/fik)