Survei IPO: Mayoritas Responden Ingin Tokoh Baru di Pilpres 2024

Survei IPO: Mayoritas Responden Ingin Tokoh Baru di Pilpres 2024
PERISTIWA | 13 Maret 2020 23:25 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Mayoritas masyarakat menginginkan tokoh baru bakal maju dalam kontestasi Pilpres 2024. Hal tersebut sebagaimana hasil survei yang dilakukan oleh Indonesia Political Opinion (IPO).

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan periode survei dilakukan pada Oktober-November 2019. Kemudian diulang lagi pada 100 hari Pemerintah Jokowi-Ma'ruf Amin. Jumlah responden, lanjut dia, sebanyak 1.600, dengan tingkat akurasi data 97 persen dan margin error 4,5.

Dari survei tersebut, mayoritas responden atau 65,1 persen menginginkan tokoh baru yang maju dalam bursa pilpres 2024. Selain itu 29,4 persen responden menginginkan tokoh lama. Sementara 5,5 persen responden abstain.

"Ternyata ada dominan dari persepsi publik yang menyatakan tokoh-tokoh baru harus muncul dan itu diyakini sebagai salah satu solusi agar persoalan yang hari ini didapat itu paling tidak terselesaikan," katanya dalam Konferensi Pers, Jakarta, Jumat (13/3).

Melalui survei tersebut muncul beberapa nama yang dipersepsikan oleh masyarakat sebagai tokoh lama. Mereka yakni Prabowo Subianto (92,6 persen), Mahfud MD (55,0 persen), Hidayat Nur Wahid (51,7 persen), Muhaimin Iskandar (48,1 persen), Hatta Rajasa (36,0 persen), Sri Mulyani (27,4 persen), dan Bambang Soesatyo (21,0 persen).

Dari tokoh-tokoh lama ini, 70,2 persen responden menyatakan Prabowo berpotensi untuk kembali kembali maju dalam bursa pilpres 2024. Sementara 19,7 persen responden menilai Muhaimin Iskandar bakal maju. Diikuti Hatta Rajasa (9,0 persen), dan Mahfud MD (1,1 persen).

"Ada nama Mahfud MD tapi tidak terlalu mendapatkan perhatian. Ini wajar. dimana Prabowo Subianto memiliki popularitas dam ini menurut saya bukan sesuatu yang menarik karena memang Prabowo adalah calon presiden," jelasnya.

"Muhaimin Iskandar sebagai tokoh lama yang sering kali mempromosikan diri sebagai calon presiden atau wakil presiden sehingga di benak publik masih diingat bahwa ini tokoh lama yang besar kemungkinan akan juga muncul dalam bursa 2024," imbuh Dedi.

1 dari 2 halaman

Sementara tokoh yang dipersepsikan sebagai tokoh baru yakni Sandiaga Uno (88,1 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (84,6 persen), Tito Karnavian (47,3 persen), Ridwan Kamil (45,0 persen), Anies Baswedan (26,9 persen), Ganjar Pranowo (24,0 persen), dan Puan Maharani (23,1 persen).

Selanjutnya ada Tri Rismaharini (19,5 persen), Airlangga Hartarto (19,2 persen), Khofifah Indar Parawansa (17,8 persen), Zulkifli Hasan (9,0 persen), dan Gatot Nurmantyo (6,2 persen)

"Cara bacanya,semakin tinggi perolehan angka dia tokoh baru maka itu semakin diharapkan. semakin kecil perolehan angka didefinisikan sebagai tokoh baru itu artinya sebagai tokoh lama juga," terangnya.

Dedi mengungkapkan, pihaknya juga melakukan survei untuk mengetahui tingkat popularitas hingga elektabilitasnya para kepala daerah. Tentu untuk menilai peluang maju di 2024.

Survei menunjukkan bahwa Anies Baswedan memiliki tingkat popularitas dan elektabilitas paling tinggi di antara kepala daerah. Popularitas Anies mencapai mencapai 92,4 persen dan tingkat elektabilitas 17,6 persen. Disusul Ganjar Pranowo dengan popularitas 74,5 persen dan Elektabilitas 6,9 persen.

Selanjutnya Ridwan Kamil dengan tingkat popularitas 67,1 persen dan elektabilitas (6,7 persen. Kemudian Khofifah Indar Parawansa tingkat popularitas 57,5 persen dan elektabilitas 5,4 persen.

"Anies Baswedan paling populer, disusul Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, kemudian Khofifah Indar parawansa," terang dia.

2 dari 2 halaman

Namun demikian, dia mengatakan meskipun Anies Baswedan memiliki tingkat popularitas dan elektabilitas paling tinggi, tapi berdasarkan persepsi publik potensinya dia untuk diusung sebagai calon Presiden berada di bawah Ganjar Pranowo.

"Yang tertinggi adalah Ganjar Pranowo. secara popularitas (Ganjar) di bawah Anies Baswedan tapi potensi keterusungannya (sebagai Capres) jauh melebihi Anies Baswedan," tambahnya.

Berdasarkan hasil survei cuma 23,0 persen responden mempersepsikan Anies akan diusung sebagai capres di 2024. Sementara 77,0 persen mempersepsikan Anies bakal diusung sebagai Cawapres. Sementara Ganjar meskipun kalah populer dan elektabilitas, tapi 72,5 persen responden mempersepsikan Ganjar bakal diusung sebagai Capres. Sementara sebagai Cawapres sebesar 27,5 persen.

"Jadi dari data ini sepopuler apapun Anies Baswedan, tetap saja punya kans yang sangat kecil kalau kita baca dari tingkat keterusungan (sebagai Capres)," ungkap dia.

Selanjutnya diikuti Ridwan Kamil Capres dengan 32,0 persen responden mempersepsikan bakal diusung sebagai Capres dan 67,2 persen responden mempersepsikan bakal diusung sebagai Cawapres. Sementara Khofifah Indar parawansa, 25,0 persen persen responden mempersepsikan bakal diusung sebagai Capres dan 75,0 persen responden mempersepsikan Khofifah bakal diusung sebagai Cawapres.

"Dari sisi kepala daerah sebetulnya masih terlalu dini untuk mendiskusikan tapi Paling tidak kita sudah lihat bahwa embrio popularitas dan elektabilitas sudah terbaca sejak awal dan mereka barangkali tinggal menjaga performa kinerja dan performa popularitas untuk bisa dikonversi sebagai nilai elektabilitas," tandasnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Survei: Tanpa Nama Prabowo, Sandiaga dan Ganjar Pranowo Capres Terkuat
Bamsoet: Prabowo Pantas Maju di Pilpres 2024
Survei Cyrus Network: Prabowo Capres Terkuat di 2024
Setuju Pemilu Serentak, Wakil Ketua MPR Minta Masa Kampanye Tak Terlalu Lama
Bertemu di CFD Bandung, Emil dan Ganjar Tertawa Ditanya Kemungkinan Duet di 2024
Megawati-Prabowo Makin Mesra & Harapan Perjanjian Batu Tulis Terwujud di 2024

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Pariwisata Banyuwangi Bersiap Menyambut New Normal

5