Sutopo Akan Dimakamkan Secara Militer di Boyolali

PERISTIWA | 8 Juli 2019 06:32 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo mengatakan, pemakaman jenazah Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Pusdatinmas) BNPB, akan dilakukan seperti pemakaman militer. Nantinya peserta pemakaman adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Boyolali, Jawa Tengah.

"Pemakamannya akan kita coba dengan tata cara militer, tetapi pesertanya dari kalangan PNS," katanya seperti dilansir dari Antara, Senin (8/7).

Dia mengaku sudah bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Boyolali untuk menerjunkan PNS sebagai peserta upacara pemakaman almarhum Sutopo.

Doni mengungkapkan, kepergian Sutopo membuat keluarga besar BNPB merasa kehilangan. Pasalnya, Sutopo dikenal sebagai sosok militan dalam bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Dalam kondisi menderita sakit masih senantiasa menjalani tugasnya, dengan segala kemampuan yang dimiliki untuk menginformasikan kebencanaan. Pak Topo bekerja dengan hati," ujarnya.

Seperti diketahui, Sutopo meninggal pada Minggu 7 Juli 2019 sekitar pukul 02.00 waktu setempat saat sedang menjalani pengobatan kanker paru-paru di Guangzhou St. Stamford Modern Cancer Hospital, Tiongkok.

Setelah dimandikan dan disalatkan, jenazah Sutopo langsung kembali diberangkatkan dari rumah duka, Perumahan Raffles Hills, Kota Depok, Jawa Barat, Senin pukul 00.30 WIB.

Jenazah dibawa ke Bandara Soekarno-Hatta untuk kembali diterbangkan ke Bandara Adi Soemarno Solo yang dijadwalkan tiba pukul 06.55 WIB. Kemudian jenazah langsung dibawa ke tempat kelahirannya di Boyolali, Jawa Tengah, untuk kemudian dimakamkan pukul 09.30 WIB.

Baca juga:
Konjen RI di Guangzhou Sebut Sutopo Meninggal karena Gagal Jantung
Menlu Melayat, Putra Sutopo Tak Kuasa Menahan Tangis
Raisa Ucapkan Bela Sungkawa Untuk Sutopo Purwo Nugroho
Jenazah Sutopo Dibawa ke Boyolali Melalui Bandara Adi Soemarmo
Di Sela-Sela Kunker, Menko Luhut Sempat Melayat Sutopo di Guangzhou
'Sutopo Orang Baik, Kami Kehilangan Seorang Kawan'

(mdk/fik)