Sweeping dan keroyok driver GO-JEK, sopir angkot diringkus polisi

PERISTIWA | 7 Maret 2017 06:17 Reporter : Nur Aditya

Merdeka.com - Aksi sopir angkot menolak GO-JEK di Samarinda, Kalimantan Timur, berlanjut hingga Senin (6/3) malam. Sopir angkot melakukan sweeping driver GO-JEK, dan diduga mengeroyok sang driver. Seorang sopir angkot akhirnya berhasil diringkus polisi.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 21.30 WITA. Sopir angkot menemukan seorang driver GO-JEK melintas di Jalan Slamet Riyadi, Karang Asam. Tak pelak, driver bersangkutan diminta untuk melepas atribut helm dan jaket GO-JEK.

"Teman driver itu menolak lepas atributnya. Jadi karena menolak, ya dikeroyok. Ada sekitar tujuh orang yang mengeroyok," kata salah seorang driver GO-JEK yang meminta namanya tak disebut saat dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (7/3).

"Driver sempat dipukul. Tapi dia juga sempat menghubungi teman-teman driver lain, yang kebetulan kita lagi nongkrong di Taman Samarendah. Kemudian kita ramai-ramai bantu teman," ujar driver itu.

Saat tiba di lokasi, sopir angkot sudah tidak berada di lokasi. Para sopir angkot kabur, setelah aparat kepolisian mendatangi lokasi. Seorang sopir angkot diduga salah satu pelaku berhasil diringkus polisi, lantaran jaraknya tidak begitu jauh dari Mapolresta Samarinda.

"Polisi datang lebih awal, sebelum kita datang. Ya, ada satu sopir yang dibawa ke Polresta," sebutnya lagi.

"Sepanjang pagi tadi sampai malam kejadian ini, sudah ada sekitar enam jaket GO-JEK yang diminta sopir. Kami tidak mau berpolemik panjang. Kalau mereka (sopir angkot) menolak GO-JEK asalkan tidak sampai memukul, kami tidak masalah," tambahnya. (mdk/cob)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.