Syarat Berat, Menag Sebut Pendaftar Seleksi Imam Masjid untuk UEA Jauh dari Target

Syarat Berat, Menag Sebut Pendaftar Seleksi Imam Masjid untuk UEA Jauh dari Target
Menag paparkan penyelenggaraan haji 2021 dibatalkan. ©Liputan6.com/Faizal Fanani
NEWS | 30 Agustus 2021 20:29 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Kementerian Agama akan mengebut seleksi imam masjid untuk Uni Emirat Arab dengan target menjaring 100 calon imam masjid, sebelum Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke negara tersebut pada November 2021.

"Terkait seleksi imam masjid untuk Uni Emirat Arab, perlu kami laporkan bahwa pengiriman imam masjid ke Uni Emirat Arab merupakan bagian strategis dari kerja sama bilateral antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Uni Emirat Arab," ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat rapat bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Senin (30/8) seperti dilansir Antara.

Gus Yaqut mengakui bahwa seleksi imam masjid untuk UEA berjalan lambat, sebab ada sejumlah syarat yang dianggap berat dan ketat. Syarat yang mesti dipenuhi para calon imam masjid itu yakni harus hafal Al Quran, bisa berbahasa Arab, dan qari.

Hingga hari ini, kata dia, baru terjaring 33 imam atau masih jauh dari target yang diminta Pemerintah UEA yakni 200 imam masjid hingga 2022.

"Mencari perpaduan tiga hal ini (hafal Al Quran, fasih berbahasa Arab, dan qari, red.) sangat sulit, tapi kita terus berusaha. Tahun ini mereka (UEA, red.) meminta 100, tahun depan 100. Itu yang kami kejar supaya sebelum kunjungan Presiden Jokowi ke Uni Emirat Arab bisa terpenuhi," kata dia.

Kemenag membuka pintu bagi masyarakat yang tertarik untuk menjadi imam masjid di UEA, asalkan memenuhi persyaratan.

"Oleh karena itu, tentu dorongan dan bantuan dari bapak ibu sekalian, siapa tahu ada di antara saudara, tetangga, atau siapa kita ini yang memenuhi ketiga kriteria itu bisa kita dorong," kata Yaqut.

Sebelumnya, 213 hafiz Indonesia mengikuti seleksi calon imam masjid untuk UEA yang diinisiasi Kementerian Agama.

Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin menjelaskan seleksi ini telah berlangsung selama tiga hari, sejak 25 hingga 27 Agustus 2021.

"Kegiatan ini merupakan upaya bilateral dua negara. Menjadi imam masjid di UEA merupakan kemuliaan, kebanggaan, dan kehormatan bagi Indonesia," kata dia.

Dia menjelaskan UEA salah satu negara yang memiliki tingkat keberagaman tinggi.

Oleh karena itu, ia berharap, imam masjid yang terpilih nantinya bisa menjadi agen bagi bangsa Indonesia di UEA.

Baca juga:
Menag Yaqut Akan Terbang ke Saudi Tanyakan soal Umrah Hingga Syarat Vaksin Booster
Menag Yaqut: Semua Penghina Simbol Agama Harus Diproses Hukum
Menag: Menghina Simbol Agama adalah Pidana, Bisa Diproses Polisi
Menag Terbitkan SE Kegiatan di Rumah Ibadah pada Masa Perpanjangan PPKM
PPKM Diperpanjang Hingga 23 Agustus 2021, Ini Ketentuan Kegiatan di Rumah Ibadah
Menag Minta Rembang Lakukan Program Kemandirian Pesantren & Vaksinasi Santri

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami