Syarat Tidak Terpenuhi, Suhendar Mundur dari Jalur Perseorangan Pilkada Tangsel

Syarat Tidak Terpenuhi, Suhendar Mundur dari Jalur Perseorangan Pilkada Tangsel
PERISTIWA | 12 Februari 2020 16:00 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Bakal calon Wali Kota Tangerang Selatan, Suhendar mundur dari bursa Pilkada 2020. Bakal Calon perseorangan tersebut menyatakan mundur dan memilih jalur Partai Politik.

"Penegasan bahwa tidak meneruskan proses dukungan tanda tangan dan KTP, karena ada tiga alasan utama sampai akhirnya kami menyatakan tidak melanjutkan pengumpulan KTP dan dukungan," kata Suhendar, Rabu (12/2).

Dia melanjutkan alasan pertama, penghentian pengumpulan dukungan karena timnya masih memerlukan 20 ribu KTP dan tanda tangan dukungan. Sementara waktu pendaftaran hingga penutupan calon perseorangan tinggal beberapa hari.

Sementara sampai hari ini, sudah berhasil mengumpulkan 54.456 KTP dan dukungan warga Kota Tangsel.

"Karena penerimaan dan penutupan pendaftaran calon perseorang yang hanya beberapa hari, tidak mungkin kami lakukan pengumpulan KTP sebanyak 20 ribu sekian, jadi kami putuskan tidak melanjutkan dan ucapan terima kasih kepada seluruh pendukung dan masyarakat Kota Tangsel," ucap dia.

Sementara pada sistem pencalonan (Silon), yang mewajibkan seluruh calon perseorangan meng-upload KTP dan tanda tangan pendukung sebanyak 71.143 tidak mungkin untuk bisa diselesaikan dalam waktu satu atau dua bulan.

"Kedua terkendala sistem silon, harus meng-upload KTP, hemat kami setiap KTP butuh 3 sampai 7 menit peng-upload-annya, maka menghabiskan 9 sampai 11 bulan untuk upload KTP saja. Maka catatan kami, kedepan sistem Silon harus lebih mensuport calon perseorangan. Dengan memberikan waktu yang lebih proporsional," terang dia.

Maka untuk itu lanjut Suhendar, dia memastikan akan menempuh jalur Partai Politik untuk bisa berjuang bagi masyarakat kota Tangsel.

"Kita sudah komunikasi dan akan terus membangun komunikasi. Kita siap dengan segala mekanisme, aturan dan ketentuan parpol, sekali lagi saya tidak akan pernah berhenti berjuang untuk masyarakat Tangsel," katanya. (mdk/cob)

Baca juga:
Aktivis sampai Anak Wapres Lulus Seleksi Wawancara PSI untuk Calon Kepala Daerah
Bacawalkot Riza Sebut Tangsel Punya Banyak Kampus, Cocok Jadi Kota Mahasiswa
Jelang Pilkada 2020, 70 Ribu Warga Tangsel Belum Punya e-KTP
Bawaslu Tangsel Ingatkan Petahana Tak Mutasi ASN 8 Bulan Jelang Pilkada
Hindari Politik Uang, Alasan PSI Seleksi Terbuka Bacalon Pilwakot Tangsel
Cerita Putri Ma'ruf Amin Ikut Seleksi Pilkada Tangsel Lewat PSI: Cukup Kejam

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Jatim Bersiap Jalani Kehidupan New Normal - MERDEKA BICARA with Khofifah Indar Parawansa

5