Tahanan Kasus Penggelapan Motor di Kantor Polisi Tasikmalaya Ditemukan Tewas

Tahanan Kasus Penggelapan Motor di Kantor Polisi Tasikmalaya Ditemukan Tewas
Ilustrasi mayat. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/forestpath
PERISTIWA | 18 Mei 2021 20:45 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Seorang tersangka kasus penggelapan kendaraan bermotor yang tengah ditahan di Polsek Indihiang, Resor Kota Tasikmalaya, Selasa (18/5) ditemukan meninggal dunia di dalam selnya. Diduga, tahanan yang berinisial RH (71) itu meninggal akibat penyakit jantung. Ia juga diketahui Positif Covid-19 hasil rapid antigen.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Doni Hermawan menyebut bahwa RH awalnya ditemukan dalam kondisi telungkup sekitar pukul 09.30 oleh teman satu selnya. Teman satu selnya kemudian menginformasikan hal tersebut kepada petugas jaga.

"Oleh petugas dicek kondisinya. Hasilnya diketahui sudah dingin atau tak ada tanda-tanda kehidupan. Tapi untuk memastikan kondisi tahanan itu kita bawa ke rumah sakit. Pihak rumah sakit menyatakan bahwa tahanan itu meninggal dunia," sebut Kapolres.

RH, diungkapkan Kapolres, diketahui ditahan sejak 2 April 2021 karena diduga menjadi pelaku dalam kasus penggelapan bermotor. Berkas kasusnya, diketahui sudah dalam proses pelimpahan dan tinggal menunggu P21.

Berdasarkan keterangan yang diterimanya, selama RH ditahan di Polsek Indihiang tidak ada tanda-tanda sakit. "Setiap pagi, petugas juga selalu mengecek kondisi tahanan. Hasil visum juga menunjukan tidak ada tanda-tanda kekerasan. Kemungkinan jantung, tapi perlu dipastikan melalui autopsi," ungkapnya.

Pihaknya mengaku siap melakukan autopsi terhadap jenazah Rh jika diperlukan untuk memastikan penyebab kematiannya. Namun diluar hal tersebut, Kapolres mengatakan bahwa hasil rapid antigen RH dinyatakan positif Covid-19.

Sementara itu, kuasa hukum RH, Damas mengatakan bahwa berdasarkan keterangan yang didapatnya dari pihak keluarga, kliennya diketahui tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Walau begitu, pihak keluarga kepadanya mengaku menerima peristiwa meninggalnya keluarga mereka di dalam sel tahanan itu.

Selain itu, Damas juga mengaku sudah menerima kabar bahwa kliennya diketahui positif Covid-19, namun belum melihat langsung hasilnya.

"Pihak keluarga sedang mempertimbangkan apakah akan dimakamkan di Bandung atau di tempat pemakaman khusus Covid-19," katanya. (mdk/eko)

Baca juga:
Polisi Tetapkan 2 Tersangka Terkait Kematian Tahanan Kasus Narkoba Polres Tangsel
Sambangi Polres Tangerang, Komnas HAM Dalami Kematian Dua Tahanan
Ungkap Kematian Tahanan Kasus Narkoba, Komnas HAM Datangi Mapolres Tangsel
Jenazah Diautopsi, Makam Tahanan Tewas Dianiaya Polisi di Balikpapan Dibongkar Polisi
Tahanan Tewas Dianiaya di Balikpapan, 6 Polisi Ngaku Hilang Kontrol

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami