Tahun Ajaran Baru, Solo Berlakukan Sistem Pembelajaran Jarak Jauh

Tahun Ajaran Baru, Solo Berlakukan Sistem Pembelajaran Jarak Jauh
PERISTIWA | 13 Juli 2020 17:39 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Tahun ajaran baru 2020/2021 dimulai Senin (13/7). Tidak semua wilayah bisa menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hanya memperbolehkan KBM dilakukan di daerah zona hijau Covid-19.

Sedangkan daerah selain zona hijau, KBM dilakukan secara daring atau distem Pembelajaran Jarak Jauh (PPJ). Seperti yang dilakukan di Kota Solo. Dinas Pendidikan setempat telah membuat surat edaran (SE) Nomor 422.3/1237 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 Pada Satuan Pendidikan Wilayah Solo.

"Mulai hari ini Disdik Solo sudah mulai tahun ajaran baru 2020/2021. Namun KBM tatap muka belum kami terapkan," ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Solo Etty Retnowati, Senin (13/7).

Karena Solo masih berstatus masih kejadian luar biasa (KLB), KBM tatap muka ditiadakan pada awal tahun ajaran baru ini. Sebagai gantinya, KBM dilaksanakan dengan sistem pembelajaran jarak jauh.

"Tidak ada KBM tatap muka, pembelajaran jarak jauh berlaku seluruh sekolah negeri dan swasta dari tingkat PAUD, SMP, SMK, dan SMA," jelasnya.

Etty menyampaikan, pihaknya sudah menyebar luaskan SE terkait pembelajaran jarak jauh pada semua sekolah dan orang tua. Selama proses KBM secara daring, siswa tidak diharuskan memakai seragam sekolah.

"Absensi setiap hari dilakukan dengan memotret siswa dan dikirimkan pada guru yang mengajar via aplikasi WhatsApp," bebernya.

Etty mengaku telah menyiapkan metode pembelajaran khusus bagi siswa SD kelas I. Pada fase ini, dikatakannya, para siswa perlu belajar membaca, menulis dan berhitung. Sehingga diperlukan pendampingan khusus.

Pihaknya akan meminta sekolah melakukan home visit atau kunjungan rumah siswa. Metode ini yang akan dilakukan saat pandemi Covid-19.

"Saat home visit, siswa berjumlah empat atau empat orang berkumpul disalah satu rumah perwakilan dari kelompok mereka dengan harus menerapkan protokol kesehatan," terangnya.

Sementara guru, harus mendatangi rumah mereka untuk mengajar siswa. Sistem pembelajarannya, lanjut Etty, seperti halnya les privat selama satu sampai dua jam.

"Setelah itu gurunya langsung pindah ke kelompok lain," pungkas dia. (mdk/cob)

Baca juga:
Covid-19 Belum Selesai, Sandiaga Minta Sekolah Beradaptasi dengan New Normal
Wagub DKI Ajak Peserta Didik & Pengajar Tetap Tangguh di Masa Pandemi Covid-19
Disdik Aceh: 413 Sekolah Mulai Belajar Tatap Muka
Gubernur Wahidin Halim: Tahun Ajaran Baru di Banten Terpantau Lancar
Sekolah di Zona Hijau Diizinkan Dibuka, Pelajar Harus Patuhi Protokol Kesehatan
Pemerintah Pertimbangkan Buka Sekolah di Zona Kuning Covid-19

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami