Tak ada kabar usai ditangkap, keluarga takut nasib GR mirip Siyono

Tak ada kabar usai ditangkap, keluarga takut nasib GR mirip Siyono
Ilustrasi Interogasi. ©2015 Merdeka.com
NEWS | 8 Agustus 2016 14:18 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo

Merdeka.com - Keluarga terduga teroris GRD (31) ditangkap di Kota Batam, Jumat (5/8) pekan lalu, mendatangi Polda Kepulauan Riau. Mereka hendak mencari tahu kondisi GRD usai penangkapan, dan khawatir nasibnya mirip dengan mendiang Siyono.

"Sejak penangkapan kami tidak mendapat kabar dan tidak tahu nasibnya. Saya hanya ingin tahu kondisi adik saya," kata kakak kandung GR, Pungki Berlianto, yang datang dari Yogyakarta ke Polda Kepri, Batam, Senin (8/8).

Pungki mengatakan, sejak dikabarkan ditangkap pada Jumat pagi, tidak ada informasi yang diberikan dari polisi mengenai keberadaan dan kondisi sang adik.

"Kami sama sekali tidak mengetahui kondisinya. Kalau bisa kami ingin membawakan baju, karena sudah beberapa hari tidak ganti baju," ujar Pungki.

Pengacara keluarga GR, Agus mengatakan, mereka khawatir nasib GR mirip dengan terduga teroris Siyono. Yakni ketika ditangkap sehat, dan sudah wafat saat dipulangkan.

"Itu yang keluarga takutkan karena tidak ada kabar sama sekali. Makanya kami datang ke sini bermaksud untuk menanyakan kondisinya sekaligus melihat kondisinya," kata Agus, seperti dilansir dari Antara.

Pungki menyangkal kabar pribadi adik kandungnya disebut tertutup.

"Dia seperti keluarga muda kebanyakan. Setiap Senin-Jumat kerja. Sabtu dan Minggu liburan bersama keluarga. Jauh dari tertutup dan apa yang ada dalam pemberitaan," ucap Pungki.

Di Polda Kepri, Pungki bersama Agus ditemui oleh Kasubdit I Ditreskrimum Polda Kepri, AKBP Robertus Hery. Namun, Hery beralasan mereka tidak dilibatkan dalam penangkapan terduga teroris itu, sehingga tidak mengetahui keberadaan dan kondisi orang ditangkap.

"Kami tidak dilibatkan dalam hal ini, sehingga kami tidak bisa memberikan keterangan. Bukan kami juga yang melakukan penyidikan," kata Hery.

Pada Jumat (5/8) pagi pekan lalu, Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menggerebek sejumlah rumah. Mereka menangkap beberapa terduga teroris di Batam, yang kabarnya hendak menyerang Singapura, dan melakukan aksi bom di Batam.

Polisi menangkap enam orang yaitu GRD (31), TS (46), es (35), Tmz (21), HGY (20), MTS (19). Mereka kabarnya menamakan diri sebagai Khatibah Gigih Rahmat atau Khatibah Gonggong Rebus. Konon, kelompok itu merupakan jejaring Khatibah Nusantara dipimpin Bahrun Naim, yang menjadi bagian dari Negara Islam Irak dan Suriah.

(mdk/ary)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami