Tak Ada Penerbangan di Berau, Specimen PDP Dikirim Lewat Darat ke Balikpapan

Tak Ada Penerbangan di Berau, Specimen PDP Dikirim Lewat Darat ke Balikpapan
PERISTIWA | 4 April 2020 03:39 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Pengiriman specimen swab pasien dalam pengawasan (PDP) di Berau, Kalimantan Timur, terkendala penerbangan, menyusul penutupan sementara penerbangan dari dan menuju Berau. Specimen terpaksa dikirim melalui jalan darat lebih 500 kilometer melalui Samarinda, ke Balikpapan.

Hari ini, terjadi penambahan 20 PDP baru, dengan rincian 8 kasus di Berau, 3 kasus di Balikpapan, 5 kasus di Paser, dan 4 kasus di kabupaten Penajam Paser Utara (PDP).

Sebagai pasien PDP, specimen swab dikirim ke laboratorium di Surabaya. Namun demikian, ketiadaan penerbangan di Berau misalnya pascakebijakan Pemda menutup sementara akses penerbangan, menjadi kendala tersendiri.

"Di Berau, karena penerbangan tidak ada, maka sampel specimen dikirim melalui darat ke Samarinda, kemudian lanjut ke Balikpapan, dan dikirim (ke Surabaya) melalui Balikpapan," kata Plt Kadinkes Kaltim Andi M Ishak, saat konferensi pers melalui video conference, Jumat (3/4).

Dalam kesempatan itu, Andi menyebut untuk Kalimantan Timur, terjadi penambahan 1 pasien positif, perempuan usia 31 tahun warga Samarinda, yang kini diisolasi di RSUD AW Syachranie Samarinda.

"Pasien ini tidak terkait klaster manapun. Usai perjalanan dari Depok pada 10-13 Maret 2020. Keluhan awal muncul 14 Maret demam dan batuk, dan isolasi diri di rumah," ujar Ishak.

"Karena keluhan bertambah, 28 Maret masuk isolasi di RSUD AW Syachranie. Swab diperiksa di laboratorium, dan hari ini hasil keluar dinyatakan positif. Kondisinya stabil," tambah Ishak.

Masih dijelaskan Andi, untuk pasien dalam pemantauan (ODP) sampai hari ini berjumlah 2.666 orang di Kalimantan Timur. Sedangkan PDP, total menjadi 70 orang menunggu hasil laboratorium.

"Total kasus positif menjadi 22 kasus. Dan PDP meninggal, ada 2 kasus. Dimana kedua-duanya hasil pemeriksaan lab, terkonfirmasi negatif Covid-19. Jadi, meninggal bukan karena Covid-19," tandasnya. (mdk/gil)

Baca juga:
Petugas Haji Tertular Saat Diklat, Pasien Positif Corona di Jatim Meningkat
Anggota Komisi VI Minta Kementerian BUMN Optimal Lawan Virus Corona
2 Pasien Positif Covid-19 di Prabumulih Berkeliaran di Pasar Hingga GraPARI
KAI Perpanjang Pengembalian Uang Tiket Utuh dengan Waktu Berangkat Hingga 4 Juni
Office Boy Dekat Ruang Ketua DPR Positif Corona, Rapid Test Langsung Digelar
Cerita Annisa Pohan Soal Kondisinya Usai Foto dengan Bupati Karawang Positif Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami