Tak Atur Masa Jabatan, UU Mahkamah Agung Digugat ke MK

PERISTIWA | 17 Januari 2020 09:06 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Undang-Undang Mahkamah Agung digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Alasannya karena UU tersebut tidak mengatur batas periode jabatan hakim agung. Gugatan itu diwujudkan dalam permohonan judicial review atau uji materi atas UU yang mengatur tentang MA.

Pemohon pengujian Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung, Aristides Verissimo de Sousa Mota mengatakan presiden dan wakil presiden bahkan dibatasi dua periode, masing-masing periode lima tahun.

Dalam sidang pendahuluan di Gedung Mahkamah Konstitusi, Kamis (16/1), Aristides mengatakan, Pasal 11 UU Mahkamah Agung mengatur hakim agung diberhentikan apabila meninggal dunia, berusia 70 tahun, mengundurkan diri atau sakit jasmani/rohani.

"Ada kemungkinan seorang hakim agung bisa menjabat sampai 25 tahun kalau dia terpilih pada saat dia berumur 45 tahun dan mengakhiri jabatannya 70 tahun," kata pemohon seperti dikutip Antara.

1 dari 1 halaman

Karena itu dia meminta agar MK memutus masa jabatan hakim agung lima tahun dan dapat dipilih kembali pada periode kedua, sehingga masa jabatan hakim agung maksimal 10 tahun.

Menanggapi permohonan itu, hakim konstitusi Suhartoyo menilai permohonan pengujian Undang-Undang Mahkamah Agung yang diajukan terlalu sumir dan tidak memenuhi sistematika.

"Kalau yang dimaksud Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009, Bapak harus menyebutkan pasalnya," kata Suhartoyo pula.

Selain itu, MK berwenang melakukan pengujian undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar 1945, ujar dia, sehingga pemohon mesti mencantumkan Pasal UUD 1945 yang dijadikan batu uji. (mdk/fik)

Baca juga:
Ketua MA: 2020 E-Litigasi Serentak Diterapkan di Seluruh Pengadilan
Sepanjang 2019, MA Putuskan 20.021 Perkara
Kabiro Pegawai Diperiksa KPK Terkait Suap Penanganan Perkara di Mahkamah Agung
MA Tegaskan Albertina Ho Berstatus Nonaktif dari Hakim Selama jadi Dewan Pengawas
MA Bersyukur Jika Artidjo Alkostar Bersedia Jadi Dewan Pengawas KPK
KPK Periksa Sekretaris MA Jadi Saksi Kasus Suap dan Gratifikasi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.