Tak Beberkan Data, Mahfud Klaim Penanganan Karhutla Tahun Ini Jauh Lebih Baik

PERISTIWA | 6 Desember 2019 12:53 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Pemerintah mengklaim telah menangani kebakaran hutan dan lahan pada 2019. Bahkan Menko Polhukam Mahfud MD menyebut, upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia lebih baik dibandingkan negara lain.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) evaluasi pelaksanaan pengamanan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan 2019. Pejabat yang hadir yakni Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menkopolhukam Mahfud MD, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Idham Azis.

"Secara umum kami bersyukur tahun 2019 tertangani dengan baik apalagi jika dibandingkan dengan negara lain yang juga punya masalah dengan karhutla," ujar Mahfud di Gedung Manggala Wanabakti KLHK, Jakarta, Jumat (6/12).

Mahfud tidak menyampaikan data pendukung sebagai pembanding klaim keberhasilan pemerintah tersebut. Dia hanya bilang penanganan Karhutla paling aman tapi masih ada yang terdampak.

"Indonesia terhitung yang paling aman meskipun kita masih merasakan di sana sini masih ada. Itu di tahun 2019," kata Mahfud.

Berdasarkan data yang dipegang Mahfud, luas lahan terbakar lebih baik dibandingkan zaman orde baru. Saat ini luas lahan terbakar 950.000 hektar. Dia anggap hal tersebut sebagai prestasi.

"Ini terutama kalau dibandingkan dengan dulu tahun 97 ya, 97 itu jutaan hektare kita terbakar. Sekarang Enggak. Tinggal tadi 950.000 hektare. Bahkan di tahun 2018 nol. Itu yang terjadi sebagai prestasi yang kita lakukan," ucapnya.

Kendati Mahfud bilang penanganan Karhutla sudah baik. Tetapi tercatat Karhutla di 2019 lebih parah dibandingkan tiga tahun sebelumnya. Hal itu terlihat dari luas lahan terbakar.

Berdasarkan data KLHK, total luas lahan hingga September 2019 ini lebih besar dibandingkan luas Karhutla dalam tiga tahun terakhir. Luas lahan terbakar pada 2018 sebesar 510.000 hektar, sedangkan pada 2016 sebesar 438.000 hektar.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu mendapat informasi bahwa pada tahun 2020 tidak terjadi perubahan iklim ekstrem. Karena itu, dia yakin tahun depan kebakaran hutan akan lebih mudah diantisipasi.

"Insyaallah lebih mudah diantisipasi dan kami berdasarkan evaluasi yang dilakukan tadi Alhamdulillah cukup bagus dan cukup siap dengan perbaikan beberapa catatan ke depan," sebutnya.

1 dari 1 halaman

Minta Dukungan

Mahfud meminta semua pihak untuk mengkampanyekan antisipasi demi mencegah terjadinya kebakaran hutan terjadi di tahun depan.

"Minta dukungan saudara saudara juga untuk kampanye antisipasi ke depan," ucap Mahfud.

Hasil rapat ini akan segera dilaporkan ke Presiden. Yang kemudian akan dibawa ke rapat paripurna.

"Nanti seperti biasanya, Presiden akan memimpin rapat khusus untuk antisipasi kebakaran hutan, yang akan mungkin, yang bisa saja terjadi di tahun 2020," tutupnya.

Reporter: Ahda Baihaqi dan Putu Merta Surya Putra (mdk/noe)

Baca juga:
Cegah Kerusakan Hutan, Pelajar di Riau Diingatkan Dampak Karhutla
Bukti Ilmiah Dinilai Penting Jadi Dasar Penyelesaian Kasus Karhutla
Video Pemadam Kebakaran Hutan Australia Menari Kegirangan Saat Hujan Turun
Polisi Usut Temuan Baru Korporasi Terduga Pembakar Hutan dan Lahan di Kalbar
Walhi Sebut Kerugian Akibat Kebakaran Hutan di Jambi Capai Rp145 Triliun
Lagi, Hutan di Gunung Ile Mandiri Flores Timur Terbakar

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.