Tak Betah Dirawat, 14 Pasien Covid-19 di Kudus Minta Pulang Paksa

Tak Betah Dirawat, 14 Pasien Covid-19 di Kudus Minta Pulang Paksa
PERISTIWA | 31 Juli 2020 03:05 Reporter : Eko Prasetya

Merdeka.com - 14 Pasien suspek corona maupun terkonfirmasi positif corona yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah, meminta pulang paksa. Mereka beralasan tidak betah menjalani perawatan selama berhari-hari di rumah sakit.

"Mereka minta pulang paksa pada Rabu (29/7) malam, ketika masih menjalani rawat inap," kata Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus Abdul Aziz Achyar di Kudus, seperti dilansir Antara, Kamis (30/7).

Ia mengungkapkan alasan mereka meminta pulang paksa karena merasa sudah tidak tahan di rumah sakit. Padahal, semua pasien kerap diajak berjemur serta berolahraga di pagi hari agar imunitas pasien meningkat.

"Kami juga memberikan dukungan moral agar termotivasi melakukan pemulihan kesehatannya," ujarnya.

Ia mengaku kerap menemani mereka saat melakukan aktivitas olahraga dan berjemur dengan kata-kata positif untuk memberikan semangat kepada mereka. Belasan pasien yang meminta pulang paksa tersebut, kemudian diminta menandatangani surat pernyataan bersedia melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Hal tersebut demi keamanan pasien, keluarganya, dan masyarakat lainnya agar tidak ikut terpapar virus corona," katanya.

Dari belasan pasien tersebut, sebanyak 10 pasien di antaranya dari Kabupaten Kudus, sedangkan selebihnya dari luar daerah. (mdk/eko)

Baca juga:
Sandiaga sebut Tetap Ada Peluang Bisnis di Tengah Pandemi Covid-19
Yogyakarta Perpanjang Masa Tanggap Darurat Hingga 31 Agustus
Liburan ke Yogyakarta, 5 Siswa Akpol Positif Covid-19
Tolak Omnibus Law, Pendemo Desak Pemerintah Fokus Tangani Covid-19
Sebaran Pasien Sembuh Covid-19 pada 30 Juli

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami