Tak bisa berenang, seorang santri tewas tenggelam di air terjun

Tak bisa berenang, seorang santri tewas tenggelam di air terjun
Ilustrasi mayat. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/forestpath
PERISTIWA | 25 Oktober 2017 20:44 Reporter : Rizky Andwika

Merdeka.com - Seorang santri salah satu pondok pesantren di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur dilaporkan tewas tenggelam saat bermain di objek wisata air terjun Alas Kandung, Rabu (25/10).

Remaja yang diidentifikasi bernama Ayik Athoul Fadli (18) tersebut menurut hasil visum dan olah tempat kejadian perkara oleh polisi dan tim kesehatan, diyakini tewas tenggelam di dasar telaga bawah air terjun yang dalam karena tak bisa berenang.

"Ada saksi yang melihat korban tenggelam namun tak sempat tertolong karena dalam," kata Kanit Reskrim Polsek Rejotangan, Aiptu Bilal Achmar seperti dilansir Antara, Rabu (25/10).

Air terjun Alas Kandung merupakan objek wisata alam yang berada di pinggiran kawasan hutan lindung perbatasan Blitar dan Tulungagung. Air terjun ini memiliki curah air sedang namun bertingkat karena alirannya melalui beberapa lereng bukit yang berjenjang.

Pada bagian utama objek air terjun inilah yang kerap dikunjungi wisatawan, termasuk korban Ayik Athoul Fadli bersama rekan-rekannya.

Menurut penuturan saksi, saat itu korban bersama ketiga temannya yaitu Iqbal Labib (18), Abdul Rozak (18), dan Agung Ali Wardana (18) hendak berwisata ke Air Terjun Alas Kandung.

Keempatnya berangkat dari Nganjuk sekitar pukul 09.00 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB.

Kemudian, Abdul Rozak mencebur terlebih dahulu dan kemudian disusul Agung Ali Wardana dan Iqbal Labib. Ketiga pemuda tersebut bisa berenang, sehingga korban menyusul ketiga rekannya tersebut.

"Awalnya korban hanya berenang di pinggiran kolam bebatuan. Kemudian mencoba agak ke tengah namun karena kondisi air terjun dalam dan tidak bisa berenang akhirnya tenggelam," kata Bilal Achmar.

Ketiga teman korban berusaha untuk memberikan pertolongan namun korban sudah tidak terlihat. Mengetahui hal itu, Iqbal dan kedua rekannya memberitahu warga sekitar sehingga polisi datang dan korban berhasil dievakuasi pada pukul 13.50 WIB.

"Setelah dievakuasi, jasad korban dibawa ke puskesmas setempat untuk divisum," katanya.

Bilal memastikan insiden itu murni kecelakaan dan tidak ada unsur kesengajaan mau pun kekerasan yang melibatkan pihak lain. (mdk/rzk)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami