Tak Bisa Dirawat RS Karena Masalah Ekonomi, 2 Anak Gizi Buruk Dievakuasi Bupati Sikka

Tak Bisa Dirawat RS Karena Masalah Ekonomi, 2 Anak Gizi Buruk Dievakuasi Bupati Sikka
Bayi gizi buruk. ©2019 Merdeka.com
PERISTIWA | 6 November 2019 10:06 Reporter : Dedi Rahmadi

Merdeka.com - Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo terpaksa mengevakuasi dua anak yang menderita gizi buruk dari Desa Namang Kewa, Kecamatan Kewapatr, ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Iya benar. Saya minta dua anak gizi buruk itu dievakuasi setelah saya meninjau langsung keadaan mereka di rumah mereka di Desa Namang Kewa," katanya saat dihubungi dari Kupang, Rabu (6/11).

Ia mengatakan dua anak yang dievakuasi itu bernama Alfaris Yosin (12) dan Rivaldus Rival (10). Keduanya kata Bupati dievakuasi ke RSUD TC Hillers Maumere pada Selasa (5/11).

Awalnya, dirinya mendapatkan informasi soal adanya anak yang sakit dan tak bisa dirawat di RS karena masalah ekonomi keluarga. Setelah ditinjau langsung dengan membawa dokter, diketahui bahwa kedua anak itu menderita gizi buruk.

Kedua anak tersebut, kata dia, selama ini dirawat oleh saudari kandung dari ayah kedua anak itu yang sudah lama memantau setelah bercerai dengan istrinya.

Saudari kandung ayahnya tersebut bekerja sebagai penenun, sedangkan suaminya penjual ikan keliling yang hasil jualan hanya bisa digunakan untuk makan sehari-hari. Padahal, ada tiga anak mereka juga.

Menurut dia, masalah ekonomi sering menjadi hal yang selama ini mengakibatkan gizi buruk dan kekerdilan. Hal itu juga dialami oleh kedua anak tersebut.

"Sudah diantar ke RS dan sudah dirawat. Saya minta supaya keduanya dirawat intensif. Saya memang saat melihat mereka sudah berpikir mereka perlu dibantu, " kata dia.

Ia mengatakan saat diperiksa oleh dokter spesialis anak, kedua anak itu juga menderita penyakit 'cerebral palsy', menyebabkan gangguan gerakan dan koordinasi tubuh.

Bupati Roberto Diogo menambahkan bahwa pemerintah setempat tetap berusaha agar masalah-masalah pengentasan kemiskinan terus dilakukan, seperti dilakukannya pelatihan bagi para pekerja atau ibu rumah tangga agar kelak bisa memperbaiki ekonomi keluarga di daerah itu. (mdk/ded)

Baca juga:
Mendagri Tito akan Libatkan Ibu-ibu PKK Cegah Stunting
Jokowi Minta Anggaran Kesehatan Rp132 Triliun Fokus Tangani Gizi dan Cegah Penyakit
UNICEF ungkap 40 Persen Anak di 3 Negara Asia Tenggara Kurang Gizi karena Mi Instan
Muhamad Fikri Balita Penderita Gizi Buruk di Ibu Kota Provinsi Banten
KKP Target Lombok Barat Bebas Stunting di 2024, Begini Strateginya
Potret Muram Kemiskinan di RI, Bayi Diberi Kopi karena Orang Tua Tak Bisa Beli Susu

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami